REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) Ernest Gunawan menyampaikan program mandatori biodiesel B40 sepanjang 2025 menghasilkan penghematan devisa sekitar Rp 133,3 triliun. Capaian tersebut mencerminkan kontribusi biodiesel dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.
Program B40 pada 2025 juga mencatat tingkat penyerapan yang tinggi. Dari total alokasi 15,616 juta kiloliter (KL), distribusi domestik mencapai 14,94 juta KL atau sekitar 95,67 persen, melampaui ambang keberhasilan yang ditetapkan pemerintah.
“Dari total alokasi 15,616 juta KL di tahun 2025 sampai bulan Desember, yang terserap untuk distribusi domestik sekitar 14,94 juta KL. Artinya hampir 95,67 persen,” kata Ernest dalam acara buka puasa bersama awak media di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Penyaluran biodiesel tersebut terdiri atas sekitar 6,9 juta KL untuk sektor public service obligation (PSO) dan sekitar 8 juta KL untuk sektor non-PSO. Distribusi dilakukan melalui 80 titik serah, dengan 30 titik melayani Pertamina dan 50 titik untuk badan usaha non-Pertamina.
Selain menghemat devisa, implementasi B40 meningkatkan nilai tambah industri sawit sebesar Rp 20,9 triliun. Program ini juga menyerap sekitar 1,8 juta tenaga kerja di sepanjang rantai pasok, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Ernest menambahkan, penggunaan biodiesel turut menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan. “Penurunan emisi gas rumah kaca mencapai sekitar 39,66 juta ton CO2 ekuivalen,” ujarnya.
Pada 2026, pemerintah melanjutkan mandatori B40 dengan alokasi yang relatif stabil. Total volume meningkat tipis menjadi sekitar 15,646 juta KL, dengan pembagian sekitar 7,4 juta KL untuk PSO dan 8,1 juta KL untuk non-PSO. Jumlah titik serah juga bertambah menjadi 85 lokasi.
Uji B50 ditargetkan rampung 7 bulan
Di sisi lain, industri biofuel mulai mempersiapkan tahap lanjutan melalui uji jalan B50 yang dimulai sejak Desember 2025. Pengujian ini menjadi langkah awal untuk menilai kesiapan peningkatan campuran biodiesel di atas level B40.
Pengujian dilakukan menggunakan sembilan unit kendaraan yang mencakup kendaraan penumpang dan kendaraan komersial. Ke depan, pengujian juga akan diperluas pada peralatan di sektor lain, termasuk alat dan mesin pertanian serta moda transportasi tertentu.
“Kami saat ini sedang melaksanakan uji jalan B50,” kata Ernest dalam acara buka puasa bersama awak media di Jakarta, Rabu (25/2/2026).