Kamis 15 Sep 2016 08:26 WIB

Laba Bersih ZTE Corporation Naik

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini
peluncuran ZTE Avid Plus di CES
Foto: Techradar
peluncuran ZTE Avid Plus di CES

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada semester I 2016 ZTE Corporation yang merupakan perusahaan penyedia jasa telekomunikasi mencatatkan peningkatan pendapatan operasional sebesar 4,05 persen menjadi 47,76 RMB atau 7,15 miliar dolar AS. Selain itu, ZTE meraih pendapatan operasional domestik sebesar 27,8 miliar RMB atau 4,17 miliar dolar AS, mencakup lebih dari 58 persen dari pendapatan operasional secara keseluruhan.

Berdasarkan rilis yang diterima, Kamis (15/9), ZTE Indonesia memberikan kontribusi sebesar empat persen untuk pendapatan global. ZTE Indonesia merupakan lima kontributor terbesar di luar Cina setelah Amerika Serikat, India, Nigeria, Indonesia, dan Pakistan. Bila dibandingkan dengan semester I 2015, ZTE Indonesia berhasil mempertahankan tingkat pendapatan yang sama, sementara labanya meningkat lebih dari 50 persen.

Laba bersih yang berasal dari pemegang saham biasa dari perusahaan yang terdaftar meningkat ke 1,77 miliar RMB atau 270 juta dolar AS untuk enam bulan pertama 2016. Dengan pendapatan dasar per saham mencapai 0,43 RMB. Pendapatan operasional yang dilaporkan untuk bisnis jaringan operator di semester pertama adalah sebesar 28,74 miliar RMB (4,31 miliar dolar AS), serta pendapatan operasional dari bisnis government dan enterprise sebesar 4.61 miliar RMB (700 juta dolar AS). Sementara itiu, pendapatan operasional dari bisnis konsumen sebesar 14,42 miliar RMB (2,16 miliar dolar AS), dengan arus kas bersih dari aktivitas operasional mencapai 2,36 miliar RMB (354 juta dolar AS). Perbandingan dari tahun ke tahun meningkat 56,17 persen.

Di paruh pertama 2016, ZTE menginvestasikan hampir 15 persen atau 7,06 miliar RMB (1 miliar dolar AS), dari total pendapatan untuk R & D. Investasi berkelanjutan dalam R & D akan memberikan kontribusi pada pengembangan pembangunan berkelanjutan dari perusahaan. ZTE juga mengumumkan strategi baru perusahaan, M-ICT 2.0, yang akan mendorong pertumbuhan perusahaan selama lima tahun ke depan.

M-ICT 2.0 ini dirancang untuk membantu bisnis menangkap peluang dalam ekonomi didefinisikan oleh munculnya ekonomi berbagi, penggunaan luas akan adanya jaringan peer-to-peer dan ketergantungan pada kisaran luas dari platform dan layanan cloud computing.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement