Senin 12 Sep 2016 17:37 WIB

'Terminal Peti Kemas Kalibaru Angkat Kelas Pelabuhan Tanjung Priok'

Rep: Frederikus Bata/ Red: Friska Yolanda
Aktifitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priuk,Jakarta, Selasa (17/5). (Republika/Tahta Aidilla)
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Aktifitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priuk,Jakarta, Selasa (17/5). (Republika/Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Terminal Peti Kemas Kalibaru bisa menjadikan pelabuhan Tanjung Priok bersaing di level global. Terminal yang sudah beroperasi sejak Juli 2016 ini akan diresmikan Presiden Joko Widodo, pada Selasa (13/9).

"Operasinya sudah jalan. Ini hanya menandai suatu spirit menjadikan pelabuhan Tanjung Priok sebagai real hope," kata Budi saat meninjau lokasi tersebut di Jakarta Utara, Senin (12/9).

Lulusan Universitas Gajah Mada Yogyakarta menegaskan, dewasa ini, Pelabuhan Priok harus bisa bersaing dengan negara-negara tetangga. Apalagi, secara domestik, ia melihat Indonesia negara besar dengan wilayah yang luas. Tentunya butuh kekuatan pusat yang bisa mengakomodasi semuanya.

"Saya banyak berdiskusi dengan Pak Evelyn (Dirut PT Pelindo II IPC) dan Pak Dirjen, banyak tugas bersama kami menuju ke arah itu. Tidak ringan, tapi dengan kesungguhan, dari mandat presiden yang menginginkan konektivitas, saya pikir inilah bagian dari konektivitas internasional yang mesti terjadi," tutur Budi.

Dalam prosesnya, semua pengiriman barang ke daerah akan melalui pelabuhan Tanjung Priok. Selama ini, ekspedisi ke Sumatera misalnya, kata Budi, melalui negara tetangga. Ia memastikan hal itu tidak terjadi dengan kehadiran terminal yang dioperasikan PT New Priok Contaoner Terminal One (NPCT1) ini.

Budi menilai terminal peti kemas Kalibaru bisa memperkuat perniagaan baik dari sisi domestik maupun di level internasional. Dengan demikian berdampak positif bagi ekonomi Indonesia.

"Artinya ada suatu kebangkitan yang terjadi. Ada manfaat ekonomi dan sosial karena legitimasi Priok ini," tutur Budi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement