Senin 29 Aug 2016 20:50 WIB

Bank BJB Siap Motori Program Transformasi BPD

Bupati Kabupaten Bandung Dadang M Naser (kedua kanan) berbincang dengan Dirut Bank BJB ahmad Irfan (kanan) pada acara 'Sosialisasi Transformasi Bank Pembangunan Daerah (BPD)' di Kota Bandung, Senin (29/8). (Republika/Edi Yusuf)
Foto: Republika/Edi Yusuf
Bupati Kabupaten Bandung Dadang M Naser (kedua kanan) berbincang dengan Dirut Bank BJB ahmad Irfan (kanan) pada acara 'Sosialisasi Transformasi Bank Pembangunan Daerah (BPD)' di Kota Bandung, Senin (29/8). (Republika/Edi Yusuf)

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG – Bank BJB siap menjadi leader dalam implementasi program transformasi bank pembangunan daerah (BPD) yang digulirkan pemerintah pusat. Dalam waktu dekat, Bank BJB akan mengundang seluruh BPD di Indonesia untuk merumuskan program tersebut.

Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan menyatakan, Bank BJB sangat siap menindaklanjuti program pemerintah tersebut. Menurut dia, program ini akan menjadi stimulus bagi BPD yang asetnya masih di bawah Rp 1 triliun.

Bank BJB sebagai BPD nomor satu di Tanah Air, tegas Irfan, harus bisa menularkan kesuksesannya kepada BPD lain. Melalui program tersebut, pihaknya akan mengajak BPD lain untuk memperkuat struktur keuangan dan permodalannya.

‘’Para BPD ini sama dengan Bank BJB yang berperan sebagai agen development yang berkontribusi dalam roda pembangunan,’’ ujar Irfan dalam acara sosialisasi program transformasi BPD kepada stakeholders di Grand Ballroom The Trans Luxury Hotel, Bandung, Senin (29/8). Hadir dalam kesempatan itu oara kepala daerah dan DPRD se-Jawa Barat.

Irfan menyatakan, jika permodalan dan aset seluruh BPD digabungkan dalam program ini, maka akan terkumpul sekitar Rp 540 triliun. Angka tersebut, imbuh dia, akan mengantarkan bank gabungan para BPD pada posisi bank terbesar ke-4 di Tanah Air.

Saat ini, ungkap Irfan, Bank BJB berkontribusi 18 persen lebih atas total aset BPD se-Indonesia. Melalui program ini, maka struktur keuangan Bank BJB akan semakin tumbuh dan berkembang. Program ini, kata dia, akan direalisasikan secara bertahap.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengundang seluruh BPD di Tanah Air untuk merumuskan implementasinya. Untuk pertama kali, pihaknya akan mengimplementasikan program transformasi BPD dalam bentuk kerja sama teller. Artinya, papar Irfan, Bank BJB akan melayani seluruh transaksi atas BPD lainnya.

Selain itu, lanjut dia, layanan ATM Bank BJB akan semakin luas. ‘’Saat ini layanan ATM kami tersedia pula di ATM Bersama dan Prima. Dengan program ini, maka layanan ATM Bank BJB akan tersedia di ATM Asbanda,’’ tambahnya.

Kesiapan Bank BJB menjadi leader dalam program ini ditunjukan melalui kinerja keuangannya pada semester I 2016. Kata Irfan, laba bersih Bank BJB pada semester I 2016 mencapai Rp 905 miliar. Raihan laba bersih itu naik 56,3 persen secara year on year (YoY).

Begitupun dengan kredit yang disalurkan Bank BJB, ungkap Irfan, hingga semester I 2016 mencapai Rp 60,1 triliun, atau tumbuh 15,2 persen YoY. ‘’Dengan program ini, maka peran BPD akan lebih menggerakan ekonomi daerah,’’ paparnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement