Sabtu 27 Aug 2016 09:25 WIB

Bos Fiat Tepis Tuduhan Pemalsuan Data Penjualan

Fiat Chrysler Automobile
Foto: Forbes
Fiat Chrysler Automobile

REPUBLIKA.CO.ID, DETROIT -- Chief executive Fiat Chrysler Automobiles (FCA) Sergio Marchionne menepis tuduhan adanya pemalsuan data penjualan di Amerika Serikat (AS) dengan mengatakan laporan keuangan perusahaan benar-benar akurat.

Marchionne mengatakan FCA sudah bekerja sama dengan Securities and Exchange Commission (SEC) dan Departemen Kehakiman guna menyelidiki laporan perusahaan. Pada pekan lalu perusahaan dipaksa untuk merumuskan kembali total unit terjual selama lima tahun terakhir serta merevisi penghitungan omset kendaraan.

Langkah itu dilakukan menyusul aksi sekelompok agen Fiat Chrysler yang menggugat perusahaan atas dugaan praktik pelaporan penjualan, salah satunya dugaan penipuan.

SEC juga menyelidiki dugaan apakah FCA sengaja menyajikan angka penjualan yang salah, tapi Marchionne menegaskan perusahaannya tidak berniat menipu.

"Sistem (laporan penjualan) kembali ke tahun 1980-an. Kami mewarisinya ketika Fiat mengambil alih Chrysler," kata Marchionne kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke sebuah pabrik FCA di pinggiran kota Detroit seperti dikutip pers, Sabtu (27/8).

"Kami terus menerapkan sistem yang sudah diterapkan selama hampir 40 tahun," katanya. "Saya tidak membuat struktur terkait hal itu. Kami mengambilnya pada tahun 2009," ujar Marchionne menambahkan.

Selain itu, petinggi Fiat itu juga menepis anggapan dalam laporan media yang menyebutkan bahwa ada sesuatu yang lebih serius pada masalah laporan penjualan Fiat.

"Itu tuduhan biasa. Kalangan pers mulai membaca segala macam hal tentang tuduhan dan kami harus berhati-hati dalam menerimanya begitu saja," kata Marchionne.

"Yang penting untuk diingat adalah bahwa angka keuangan kami benar-benar akurat," ujarnya lebih lanjut.

"Kami harap bisa berbincang dengan SEC dan kami akan mengambilnya dari sana," ucap Marchionne.

Di sisi lain, Marchionne mengatakan Fiat belum menemukan rekanan untuk memproduksi mobil penumpang kecil dan menengah. Ia mengingatkan bahwa pada Januari lalu FCA berencana mengalihkan kapasitas produksinya guna membangun truk dan kendaraan sport yang lebih populer di mata konsumen Amerika daripada mobil penumpang.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement