Selasa 16 Aug 2016 09:05 WIB
Merdeka di Era Digital

Keunikan Menjadi Kunci Bisnis Digital Dapat Berkembang

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Ilham
bisnis digital/Ilustrasi
Foto: http://fathconsulting.co.id
bisnis digital/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan teknologi dan internet yang semakin pesat di Indonesia dilihat sebagai peluang bisnis bagi sebagian besar orang. Namun, tidak banyak orang mengetahui bagaimana cara untuk mewujudkan bisnis digital tersebut.

Sebagai pemimpin perusahaan fashion digital global di Indonesia, CEO Zalora Indonesia, Fransiscus Budi Pranata menuturkan, hal yang paling penting untuk memulai bisnis digital adalah mencari keunikan dari suatu bisnis yang akan dirintis. Ia mencontohkan, yang sudah mulai terkenal dengan keunikan dari fashion seperti yang dilakukan oleh desainer khas kebaya dan batik, Anne Avantie yang membuka AnneAvantieMall.com.

Untuk yang ingin memulai bisnis fashion, menurutnya dapat mencontoh Anne Avantie tersebut dengan mengusung produk ciri khas Indonesia. “Harus yang unik dan belum ada dari sekarang ini,” kata Frans.

Menurut Frans, untuk modal tidak selalu menjadi permasalahan dalam pemasaran produk. Sebab, saat ini berbagai macam media sosial dapat dijadikan media untuk memasarkan produk, mulai dari Instagram, Facebook, Line, BBM Messenger bahkan Whatsapp. Berbeda halnya apabila ingin membuka suatu website untuk mengumpulkan berbagai vendor pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Saat ini, terdapat lebih dari 50 juta vendor UKM di seluruh Indonesia. Namun kurang dari satu juta yang sudah memasarkannya secara digital. Frans menuturkan, hal ini merupakan bukti bahwa masih banyak yang buta digital dan perlu diedukasi.

“Masih banyak yang istilahnya buta digital, nah itu yang perlu diedukasi, perlu buka channel lewat jalur mana, apakah harus ke market plays atau sosmed, apakah harus bikin website sendiri. Atau bikin e-commerce. Intinya mereka harus main di semuanya,” katanya.

Sementara itu, untuk peran pemerintah, Frans menilai tidak hanya dari segi regulasi, namun juga pemberian modal. Seperti melakukan seleksi terhadap 1.000 startup kreatif yang nantinya diberikan pendanaan serta tempat dengan akses internet memadai untuk menjalankan bisnis digital. Seperti yang telah dilakukan oleh Singapura dan AS.

Selain itu, diperlukan juga bimbingan dari pemerintah serta pelaku profesional dalam jangka waktu misalnya 6 bulan hingga setahun. “Jadi kalau dibantu yang profesional baru akan timbul startup yang bagus-bagus,” katanya.

Shinta Dhanuwardoyo, CEO dari Bubu.com yang merupakan digital marketing agency menjelaskan, pada dasarnya untuk memulai bisnis digital, sang founder harus terlebih dahulu mengetahui passion mereka.

Setelah itu, baru memikirkan bagaimana mereka dapat menggunakan teknologi digital untuk menyalurkan passion tersebut untuk menjadi sebuah bisnis yang menghasilkan keuntungan. Dia juga harus juga memikirkan apakah bisnis tersebut dapat memecahkan sebuah masalah di Indonesia.

“Penting juga bagi mereka yang mau mulai berbisnis digital untuk memikirkan apakah solusi teknologi yang mereka tawarkan akan membantu masyarakat luas, dan merupakan solusi yang unik dibanding kompetitor lainnya,” kata Shinta.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement