Rabu 25 May 2016 18:19 WIB

Menteri Rini Minta BUMN Seimbangkan Sumber Dana

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
Menteri BUMN Rini Soemarno
Foto: Republika/ Edi Yusuf
Menteri BUMN Rini Soemarno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meminta BUMN untuk menyeimbangkan sumber dananya. Sejauh ini, sumber dana BUMN masih didominasi perbankan.

Rini mengatakan, BUMN punya peran besar dalam pembangunan infrastruktur. Kelemahannya, BUMN masih banyak bergantung pada bank. Sehingga pembangunan ke pelosok jadi terbatas karena ada ketidakcocokan jangka waktu pinjaman dengan pelaksanaan proyek.

Korporasi di Indonesia harus memperdalam pasar keuangan karena 70-80 persen pendanaan korporasi masih dari perbankan. Maka ke depan, BUMN harus lebih bisa menyeimbangkan pinjaman perbankan dengan instrumen pasar modal seperti obligasi jangka panjang.

Rini berharap lembaga pemeringkat kredit, Standard&Poor's (S&P) bisa menaikkan investment grade Indonesia. Menurutnya, kalau investment grade sudah dicapai, BUMN bisa memanfaatkan itu.

Selain peringkat yang bagus, proses pembentukan holding sektor pertambangan, keuangan dan energi juga ia hara bisa selesai segera agar bisa menerbitkan obligasi dengan biaya rendah. ''Kalau peringkat BUMN bagus, swasta mencontoh dan bisa memanajemen utang dengan baik dengan menyeimbangkan pinjaman dan obligasi,'' kata Rini, Rabu (25/5).

Proses pembentukan holding BUMN yang sudah selesai, kata Rini, adalah Pertamina dimana PGN akan jadi bagian dari Pertamina. Setelah dibentuk holding, akan dilakuman kembali audit dan dilakukan peringkat bayangan (shadow rating) dulu. Dengan shadow rating bisa lihat berapa biaya obligasi yang akan dikeluarkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement