Jumat 20 May 2016 18:48 WIB

Saham Industri Dorong Penguatan IHSG

Red: Nur Aini
Pekerja memantau perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (25/4). (Republika/ Agung Supriyanto)
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Pekerja memantau perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (25/4). (Republika/ Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (20/5) ditutup naik tipis sebesar 7,66 poin ditopang saham sektor industri dasar dan aneka industri.

IHSG BEI ditutup naik 7,66 poin atau 0,16 persen menjadi 4.711,87. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 3,22 poin (0,40 persen) menjadi 805,15. "IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan mencoba menguat pada akhir pekan ini (20/5) meski volume perdagangan moderat. Saham sektor industri dasar dan aneka industri memimpin penguatan sektoral setelah sebelumnya terkoreksi cukup dalam sejak awal Mei ini," kata Analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa investor asing juga terlihat mulai melakukan aksi beli meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami depresiasi. Dalam data BEI tercatat, pelaku pasar asing membukukan beli bersih atau foreign net buy sebesar Rp 114,896 miliar pada akhir pekan ini (Jumat, 20/5). Secara teknikal, kata dia, IHSG BEI diproyeksikan kembali bervariasi dengan mencoba menguat di kisaran 4.685-4.740 pada perdagangan awal pekan depan (Senin, 23/5).

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menambahkan bahwa mayoritas bursa saham di kawasan Asia, terutama indeks Hang Seng yang berada di area positif serta harga minyak mentah dunia yang naik mendorong sebagian pelaku pasar saham di dalam negeri mengambil posisi beli sehingga menopang IHSG.

"Sentimen eksternal itu membuat saham-saham lapis pertama bergerak ke area positif, sehingga membalikan tren turun indeks BEI menjadi naik," katanya.

Harga minyak mentah dunia jenis WTI crude pada Jumat (20/5) sore berada di posisi 48,35 dolar AS per barel, menguat 0,39 persen dan Brent crude di level 48,91 dolar AS per barel, naik 0,20 persen.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan saham di BEI mencapai 232.313 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 2,99 miliar lembar saham senilai Rp4,03 triliun. Terdapat 152 saham bergerak naik, 131 saham turun, dan 103 saham tidak bergerak atau stagnan harganya. Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 161,86 poin (0,82 persen) ke level 19.856,19, indeks Nikkei naik 89,89 poin (0,54 persen) ke level 16.736,35, dan Straits Times menguat 23,71 poin (0,87 persen) ke posisi 2.763,82.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement