Selasa 17 May 2016 15:00 WIB

Pertanian Organik Bisa Tingkatkan Pendapatan Petani

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Nur Aini
Pertanian organik (ilustrasi)
Foto: Edi Yusuf/Republika
Pertanian organik (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pertanian organik diklaim bisa meningkatkan pendapatan petani di Provinsi Bali. Wakil Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali, Dewi Setyowati mengatakan penanaman padi tanpa penggunaan obat-obat kimia dapat meningkatkan produksi padi itu sendiri.

"Petani di Subak Pulagan, Gianyar misalnya telah merasakan bahwa biaya yang mereka keluarkan untuk menanam padi semakin berkurang dengan sistem organik. Kondisi tersebut menjadikan pendapatan petani semakin meningkat, sekalius petani membantu mengembalikan unsur kesehatan tanah," kata Dewi, di Bali, Selasa (17/5).

Petani di Subak Pulagan merupakan program percontohan pertanian organik dengan luas areal tanam 13,8 hektare dengan 58 anggota petani. Perlakuan organiknya menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI) dengan pola jajar legowo.

Petani setempat berhasil memanen beras sehat dari yang sebelumnya rata-rata hanya 5,4 ton per hektare menjadi 8,7 ton per hektare. Ini menunjukkan bahwa penanaman padi tanpa penggunaan obat-obatan kimia bisa menghasilkan peningkatan produksi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement