Senin 11 Apr 2016 13:17 WIB

Produk Makanan dan Minuman Indonesia Raup Untung di Mesir

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Sejumlah pengunjung melihat-lihat makanan dan minuman produksi usaha kecil dan menengah (UKM) dalam sebuah pameran. (ilustrasi)
Foto: Antara/Andika Wahyu
Sejumlah pengunjung melihat-lihat makanan dan minuman produksi usaha kecil dan menengah (UKM) dalam sebuah pameran. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak mengatakan, produk makanan dan minuman Indonesia meraup transaksi mencapai 7,95 juta dolar AS dalam ajang Cairo International Fair. Produk makanan dan minuman mendominasi transaksi dalam pameran tersebut yakni sebesar 83 persen.

"Total transaksi pada 2016 ini meningkat 29,23 persen dibandingkan dengan tahun lalu," ujar Nus di Jakarta, Senin (11/4).

Nus menjelaskan, total transaksi produk terbagi dalam tiga kategori penjualan yakni penjualan ritel sebesar 9.170 dolar AS, penjualan deal at the moment sebesar 929,2 ribu dolar AS, dan penjualan re-order mencapai 5,8 juta dolar AS. Sementara, ada pula potensi order perhiasan permata dan perak di Alexandria sebesar 1,2 juta dolar AS.

Dalam pameran tersebut, produk ekspor Indonesia lebih fokus pada produk makanan dan minuman. Produk tersebut dinilai sangat dibutuhkan oleh pasar Mesir. Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan akses pasar dan mengenalkan diversifikasi produk Indonesia ke Mesir.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement