REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi menguat. Itu dengan didorong oleh optimisme pasar global.
"Namun, penguatan IHSG masih cenderung terbatas akibat ekonomi global yang masih cenderung tertahan," kata Analis Keppel Investama, Agus Benzaenuri, Jumat (29/1).
Ia menuturkan, kenaikan IHSG hari ini cenderung akan didorong oleh saham-saham blue chip BUMN. Itu khususnya pada sektor konstruksi, keuangan dan juga perseroan swasta pada sektor properti dan konsumer.
"Yang perlu diwaspadai adalah BWPT yang akan dilepas sebagian oleh grup Rajawali dan MYRX, emiten properti second liner yang cukup likuid belakangan terakhir," jelas dia.
Semenetara, menurutnya, the Fed yang tidak mengubah kebijakan atau belum memperketat kembali kebijakan moneternya pun memberi ruang bagi pasar untuk berpotensi naik dalam jangka waktu dekat. Adapun Bursa Asia pada pagi ini dibuka fluktuatif. Itu dengan Indeks Nikkei yang masih berada dalam teritori negatif meskipun ada optimisme terhadap Wall Street semalam.
Wall Street semalam ditutup menguat dengan penguatan Dow Jones mencapai tiga digit. Kata Agus, penguatan secara keseluruhan pada bursa New York didorong oleh naiknya saham sektor energi setelah harga minyak dunia mengalami kenaikan berturut-turut selama tiga hari terakhir atau pertama kalinya pada tahun ini.
"Tapi, pergerakan pasar New York itu masih rawan koreksi, mengingat sejak tiga bulan terakhir pasar bergerak cukup volatile," lanjut Agus.
Baca juga: Harga Minyak Kembali Naik, Ini Saham-Saham yang akan Ikut Terdorong