Selasa 05 Jan 2016 18:05 WIB

BKPM Targetkan Realisasi Investasi 2016 Rp 594 Triliun

Rep: Binti Sholikah/ Red: Dwi Murdaningsih
Kepala BKPM Franky Sibarani.
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Kepala BKPM Franky Sibarani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan realisasi investasi tahun 2016 sebesar Rp 594,8 triliun atau naik 14,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi investasi periode Januari-September 2015 mencapai Rp 400 triliun atau tumbuh 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan, BKPM bergerak cepat untuk mengejar target investasi 2016. Salah satu langkahnya dengan membangun sinergi antara tim pemasaran investasi dan tim pelayanan perizinan.

Franky menyatakan, sinergi antara tim pemasaran investasi dan tim pelayanan perizinan PTSP Pusat diperlukan karena berhubungan dan melayani langsung  investor. Oleh karena itu, diperlukan adanya satu pemahaman tentang berbagai kebijakan di sektor investasi, yang dapat memberikan kepastian kepada investor.

“Tim pemasaran investasi dan tim pelayanan perizinan investasi PTSP Pusat perlu mengkomunikasikan kepada investor sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan investor,” kata Franky dalam keterangan resmi, Selasa (5/1).

Franky menjelaskan, pemerintah telah membuat terobosan layanan perizinan investasi 3 jam dengan 8 produk perizinan ditambah satu surat keterangan terkait lahan untuk memulai usaha mereka. Pemerintah melalui BKPM dan Ditjen Bea Cukai, juga telah meluncurkan fasilitas jalur hijau untuk impor barang modal untuk proyek-proyek investasi yang sedang konstruksi.

Pemerintah juga telah mengeluarkan paket kebijakan yang dapat mendukung investasi. Antara lain PP tentang pengupahan yang memberikan kepastian formula kenaikan upah, dan insentif pajak bagi investasi sektor padat karya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement