Jumat 07 Aug 2015 10:00 WIB

Penjualan Teh Tradisional di Inggris Jatuh, Ada Apa?

Rep: Binti Sholikah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Berhenti sejenak dari rutinitas dan menyesap secangkir teh mampu menghilangkan stres dan tekanan.
Foto: pexels
Berhenti sejenak dari rutinitas dan menyesap secangkir teh mampu menghilangkan stres dan tekanan.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Penjualan teh tradisional di Inggris telah turun sebesar 6 persen selama lima tahun terakhir. Penelitian baru menunjukkan, turunnya penjualan teh karena sebagian konsumen beralih ke teh herbal dan buah.

Menurut angka dari analis konsumen, Mintel, penjualan telah jatuh dari 699 juta poundsterling pada tahun 2010 diperkirakan menjadi 654 juta poundsterling pada tahun 2015.

Sebagai perbandingan, penjualan buah dan teh herbal telah meningkat. Analis makanan Emma Clifford mengatakan, teh tradisional ditahan kembali oleh 'citra membosankan'.

Dari tahun 2012 hingga 2014, penjualan buah dan teh celup herbal naik 31 persen dari 58 juta poundsterling menjadi 76 juta poundsterling. Sedangkan penjualan teh celup hijau meningkat sebesar 50 persen menjadi 36 juta poundsterling.

Mintel mengatakan penelitian menunjukkan orang yang beralih ke alternatif karena mereka percaya buah dan teh herbal dapat mempengaruhi suasana hati dan memiliki manfaat kesehatan. Clifford mengatakan, teh hitam Standard sedang berjuang untuk mempertahankan minat konsumen di tengah meningkatnya persaingan dari minuman lain.

"Ini mencerminkan budaya 'foodie' tumbuh di Inggris, orang yang bercabang dari teh celup standar dan menuju ini (buah dan teh herbal) alternatif yang menarik," ujarnya seperti dilansir BBC, Kamis (6/8).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement