REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Jerman telah resmi membuka bank syariah pertama di Frankfurt baru-baru ini. Mereka menawarkan investasi perbankan halal di tengah populasi Muslim negara itu.
"Kami bangga mendapatkan izin ini," kata Hamad Al-Marzouq, Ketua Dewan Kuwait Finance House (KFH), induk dari Kuveyt Türk (KT), kepada Kuwait News Agency (KUNA), dilansir dari onislam.net, Rabu (23/7).
Menurut dia, menjalankan perbankan sesuai syariah Islam sangat penting. Tidak hanya untuk Jerman, yang berusaha meningkatkan posisi keuangan mereka, tetapi untuk jutaan orang yang ingin menggunakan bank ini.
Marzouq berbicara pada acara peresmian yang diselenggarakan Senin (21/7) kemarin di kantor pusat KT Bank, Frankfurt. Ugurlu Soylu, general manager KT Bank, mengatakan bank ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Jerman secara nyata.
Soylu menambahkan, perbankan syariah memiliki keunggulan dari sistem bank konvensional. Kemungkinan risiko kerugian lebih sedikit dan didistribusikan lebih merata, sehingga potensi kebangkrutan total dari sistem ini dapat diminimalkan.
Dengan Frankfurt sebagai basisnya, bank ini menargetkan komunitas Muslim terbesar kedua di Eropa, yang kebanyakan anggotanya adalah keturunan Turki.
Kuveyt Turk, bank syariah terbesar di Turki yang 62 persen sahamnya dimiliki oleh Kuwait Finance House, mendirikan cabang jasa keuangan di Mannheim pada tahun 2010 dan mengajukan lisensi perbankan penuh pada tahun 2012.
Pada saat itu, pemberi pinjaman mengatakan akan menginvestasikan modal awal sebesar 45 juta euro atau 48,7 juta dolar di unit Jerman yang direncanakan.
Selama beberapa tahun terakhir, pertambahan jasa perbankan atau keuangan Islam tidak terlalu cepat di Eropa. Inggris masih menjadi pusat keuangan Islam utama di Eropa, dengan lima bank syariah.