Senin 08 Jun 2015 11:11 WIB

Dolar Menguat Bikin Harga Elektronik Melambung

Penjual barang elektronik menunggu pembeli di Pusat penjualan elektronik, Jakarta, Selasa (10/3)
Foto: Republika/Prayogi
Penjual barang elektronik menunggu pembeli di Pusat penjualan elektronik, Jakarta, Selasa (10/3)

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Menguatnya nilai tukar dolar AS atas rupiah, membuat harga barang elektronik di Denpasar, Bali, naik. Kisaran kenaikan mencapai 5-10 persen.

"Kenaikan harga barang eketronik terjadi sejak beberapa waktu lalu, hampir semua jenis eletronik mengalami kenaikan, mulai dari televisi, kipas angin, komputer, DVD, VCD, dan masih banyak lagi yang lainnya," kata Mariana, salah seorang pemilik toko elektronik di kota setempat, Ahad (7/6).

Ia mengatakan, jumlah kenaikan barang-barang elektronik tergantung dari jenis dan kualitas barang tersebut. Contohnya harga televisi model terbaru yang sebelumnya berkisar antara Rp 2 juta-Rp 15 juta, kini mencapai Rp 2,2 juta-Rp 16 juta.

"Beberapa jenis elektronik terlaris seperti kipas angin dan televisi naiknya sekitar 10 persen tergantung dari jenisnya," kata dia.

Ia menambahkan, harga barang elektronik selama ini memang sangat bergantung terhadap nilai tukar mata rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, karena hampir semua jenis barang elektonik merupakan barang impor. "Barang elektronik sebagian besar merupakan barang impor yang didatangkan dari beberapa negara seperti, Jepang, Cina, Korea, Amerika," kata dia.

Mariana melanjutkan, kenaikan harga barang elektronik menyebabkan minat masyarakat membeli jenis barang ini menjadi turun, hal ini berdampak menurunnya omzet penjualan dibandingkan sebeluma harga dolar mengalami kenaikan. Kini nilai tukar menyentuh angka Rp 13.222 per dolar.

"Omzet saya mengalami penurunan sekitar 20 persen karena jumlah pengunjung yang berbelanja di toko saya terus menurun akhir-akhir ini," kata dia,

Perdi, salah seorang pemilik toko di salah satu pusat perbelanjaan elektronik terbesar di Denpasar juga mengeluhkan melemahnya harga tukar mata rupiah terhadap dolar. Ia mengaku melakukan beberapa upaya untuk menarik minat konsumen untuk berbelanja, salah satunya memberikan pengurangan harga (diskon) untuk beberapa jenis barang elektronik.

"Beberapa jenis elektronik seperti laptop dan komputer saya berikan diskon agar konsumen lebih tertarik untuk membeli barang milik saya," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement