REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Iran dilaporkan telah mempercepat ekspor minyak mentahnya ke luar negeri dalam beberapa hari terakhir. Hal itu dilakukan sebelum Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Citra satelit dan data pelayaran menunjukkan lonjakan aktivitas kapal tanker di terminal-terminal Iran sepanjang pekan ini.
Dikutip dari Oilprice.com, Teheran disebut berupaya memaksimalkan pendapatan serta mengosongkan fasilitas penyimpanan sebelum kemungkinan kerusakan infrastruktur atau penerapan blokade maritim yang lebih ketat.
Ini merupakan kali kedua Amerika Serikat menyerang wilayah Iran dalam kurun kurang dari satu tahun. Pada Juni 2025, pesawat tempur AS membombardir tiga lokasi nuklir, termasuk fasilitas pengayaan Fordo. Meski konflik saat itu berakhir dengan gencatan senjata singkat, operasi kali ini dinilai jauh lebih luas.
Israel telah menutup wilayah udaranya dan menghentikan seluruh penerbangan sipil. Komando Front Dalam Negeri memerintahkan warga menghentikan aktivitas yang tidak mendesak, melarang pertemuan publik, serta menutup sekolah.
Di Iran, serangan terjadi pada Sabtu pagi, yang merupakan awal pekan kerja. Laporan menyebutkan terjadi kepanikan karena jutaan warga telah berada di kantor dan ruang kelas saat serangan berlangsung.
View this post on Instagram