Kamis 23 Apr 2015 19:43 WIB

Warga Papua Antusias Jadi Agen Laku Pandai

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
 Karyawan berada di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta, Senin (13/4).(Republika/ Yasin Habibi)
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Karyawan berada di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta, Senin (13/4).(Republika/ Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE -- Program layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai) yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta perusahaan perbankan mendapatkan antusian cukup besar di kawasan Papua dan Papua Barat.

Kepala kantor OJK Papua dan Papua Barat Prio Anggoro mengatakan, sejak diluncurkan 27 Maret 2015, masyarakat Papua berbondong-bondong mendatangi kantor wilayah (Kanwil) Bank BRI untuk mengajukan menjadi agen Laku Pandai. Pria menuturkan, memang belum mengecek secara langsung berapa banyak masyarakat yang ingin jadi agen Laku Pandai. Namun informasi dari Kanwil BRI Papua, antusias agen Laku Pandai lebih besar dari perkiraan.

"Info dari Kanwil, baru dua minggu dibuka pendaftaran, masyarakat langsung banyak berdatang ke Kanwil BRI untuk menjadi agen," kata Prio, Rabu (23/4).

Saking besarnya animo masyarakat, Prio menjelaskan, pihak Kanwil dan BRI pusat akan meningkatkan target mereka untuk peserta Laku Pandai di Papua. Awalnya BRI menargetkan 6 ribu agen di 2015, tapi melihat keinginan besar masyarakat, BRI bakal meningkatkan target mencapai 10 ribu hingga 12 ribu orang.

Mengenai kendala program Laku Pandai di Papua dan Papua Barat, Prio menyebut, kendala yang ada hanya masalah jaringan. Meski demikian, pihak BRI memastikan pihaknya terus berbenah mengenai jaringan. Terlebih pada 2016, BRI akan menerbangkan satelitnya. Hal ini dilakukan agar semua jaringan termasuk di pelosok Papua tidak terkendala.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement