Jumat 13 Mar 2015 11:58 WIB

Menkeu Nigeria: Produk Syariah Harus Berstandar Global

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Winda Destiana Putri
keuangan syariah/ilustrasi
Foto: alifarabia.com
keuangan syariah/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA -- Menteri Keuangan Nigeria, Bashir Yuguda mengatakan semua operator jasa keuangan syariah harus memastikan produk mereka sesuai dengan standar global.

Oleh sebabnya, mereka harus memiliki badan khusus yang memastikan transaksi syariah sesuai dengan seluruh badan usaha yang terdaftar, apakah itu nasional dan internasional.

"Platform keuangan inklusif sangat penting mengingat penguatan governance syariah adalah satu fitur penting yang membuat layanan jasa keuangan syariah lebih mudah pengaturannya," kata Bashir, dilansir dari All Africa, Jumat (13/3).

Pengawasan governance syariah atau sharia compliance, regulasi dan operasi sangat diperlukan untuk memenuhi harapan pemangku kepentingan (stakeholders) dan memelihara kepercayaan dalam sistem pelayanan keuangan secara keseluruhan. Bashir berharap Dewan Penasihat Ahli Keuangan Syariah di Nigeria akan semakin memperdalam penetrasi asuransi dan penerimaannya di negara tersebut.

Pemantauan rutin industri keuangan syariah global, kata Bashir, diperlukan untuk memastikan harmonisasi dan konvergensi prinsip-prinsip syariah dan perkembangan produk yang sedang berjalan dengan standar internasional.

Badan-badan dunia juga harus dilibatkan, seperti the Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions serta the General Council for Islamic Banks and Financial Institutions di Bahrain. Berikutnya the Islamic Financial Services Board di Malaysia. Bashir mendesak anggota dewan untuk menggunakan pengalaman, pengetahuan, dan paparan mereka terhadap perkembangan keuangan syariah di Nigeria.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement