Ahad 01 Mar 2015 16:15 WIB

Pemerintah Upayakan Penyesuaian Harga Gas

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Satya Festiani
Desai lantai keramik bergaya Arab di Istana Kornik.
Foto: Muslimheritage.com
Desai lantai keramik bergaya Arab di Istana Kornik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pertumbuhan industri keramik dapat ditingkatkan sebesar 20 persen. Hal ini karena seiring dengan meningkatnya pembangunan properti dan konstruksi di Tanah Air.

 

Saleh mengakui, salah satu kendala yang dihadapi oleh industri keramik adalah tingginya harga gas dan membanjirnya produk impor. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah sedang berupaya menghitung harga gas agar tidak membebankan industri.

 

"Sedang kita bahas, karena penentuan harga gas melibatkan kementerian lain juga," ujar Saleh, Ahad (1/3).

 

Saleh belum bisa menyebutkan tenggat waktu finalisasi harga gas tersebut. Dia menjamin pemerintah tidak tinggal diam dan akan terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif. Menurutnya industri keramik Indonesia merupakan salah satu kelompok industri yang dapat diandalkan sebagai penggerak perkembangan industri nasional. 

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan, saat ini pemerintah sedang melakukan analisa dampak ekonomi makro dan mikro untuk menentukan harga gas. Selama ini minyak dan gas bumi dijadikan sebagai komoditas yang seharusnya bisa menjadi modal pembangunan.

 

"Kita harus liat cost and benefit-nya juga, baru setelah itu bisa diambil kebijakan pemerintah," ujar Harjanto.

 

Total produksi nasional saat ini adalah 95,10 persen dari total kapasitas 8,7 juta ton per tahun. Selain itu, sebanyak 87 persen produksi keramik nasional dijual untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sedangkan 13 persen lainnya di ekspor ke sejumlah negara di Asia, Eropa, dan Amerika. Produksi keramik jenis ubin, tableware, sanitari, dan keramik hias telah berkontribusi cukup signifikan dalam bentuk devisa, serta penyerapan tenaga kerja.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement