Selasa 23 Dec 2014 09:52 WIB

Indonesia Minta Cina Majukan UKM ASEAN

Komunitas ASEAN
Foto: [ist]
Komunitas ASEAN

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Duta Besar RI untuk ASEAN Rahmat Pramono meminta Cina mendukung kemajuan usaha kecil menengah (UKM) negara-negara ASEAN, dengan memberikan pelatihan serta pengetahuan tentang pasar Tiongkok dan membuka pasarnya bagi produk UKM ASEAN.

"Hampir 91 persen ekonomi negara-negara ASEAN ditopang oleh UKM, karenanya penting bagi Cina untuk mendukung kemajuan UKM ASEAN," katanya kepada di Beijing, Selasa di sela-sela pertemuan wakil negara ASEAN dan Cina dan beberapa pemangku kepentingan Pusat ASEAN-Cina.

Selain pelatihan, pembekalan tentang karakteristik pasar Tiongkok, lanjut Rahmat perlu dilakukan secara reguler pameran dagang ASEAN-Cina, khusus bagi produk-produk UKM.

"Dengan begitu, akan lebih banyak pemahaman dan pegetahuan tentang pasar Cina bagi produk-produk UKM ASEAN, sehingga UKM ASEAN akan semakin berkembang dan maju, seperti UKM Cina," katanya.

Pusat ASEAN-Cina telah menyediakan satu area pameran bagi produk-produk unggulan sepuluh negara ASEAN, di Yiwu. Namun, belum banyak produk UKM ASEAN yang menembus pasar Cina.

"Padahal produk UKM Cina, tersebar di pasar ASEAN. Keseimbangan itu perlu dalam hubungan dan kerja sama perdagangan antara dua pihak, kalau surplus terus di salah satu pihak kan itu juga tidak sehat bagi pihak yang lain," tutur Rahmat.

UKM memainkan peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara. UKM telah banyak membantu kelompok masyarakat termasuk perempuan, kelompok minoritas dan kelompok kurang beruntung lainnya.

"Karenanya selain kita di dalam (ASEAN) termasuk Indonesia, juga harus terus berbenah diri untuk memajukan UKM agar mampu lebih bersaing di pasar global. Kita juga mendorong negara lain untuk ikut memajukannya dengan pelatihan serta pembukaan pasar mereka," kata Rahmat.

Berdasar data Kementerian Koperasi dan UKM lebih dari 99 persen perusahaan di Indonesia adalah UKM dengan kontribusi terhadap GDP sebesar 59 persen dan kontribusi terhadap lapangan pekerjaan sebesar 97 persen. "Jadi sangat penting dukungan untuk UKM dalam rantai nilai global," kata Rahmat.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement