Selasa 25 Nov 2014 11:06 WIB

Miliki Banyak Lahan Tidur, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Rep: C85/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
 Menteri BUMN Rini M Soemarno (kiri) dan Menteri ESDM Sudirman Said (kanan) saat konferensi pers tentang pembentukan Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Jakarta, Ahad (16/11).   (Republika/ Yasin Habibi)
Menteri BUMN Rini M Soemarno (kiri) dan Menteri ESDM Sudirman Said (kanan) saat konferensi pers tentang pembentukan Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Jakarta, Ahad (16/11). (Republika/ Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah berencana untuk membangun kawasan industri terpadu di Lampung. Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM Sudirman Said usai melakukan pertemuan dengan Menteri BUMN Rini Soemarno. Sudirman menjelaskan, kawasan industri ini berkonsep terpadu dan terkoneksi dengan jalan tol.

Kawasan industri ini nantinya juga akan memiliki power plant dengan memanfaatkan batubara dari PT Bukit Asam. Proyek pembangunan kawasan industri terpadu ini rencananya akan menggunakan lahan milik Pertamina.

"Yang jelas kami ingin ada optimalisasi aset dan sumberdaya yang dimiliki oleh BUMN," jelas Sudirman, Senin (24/11). Sudirman mengatakan masih akan dilakukan dialog dengan Pertamina terkait penggunaan lahan milik BUMN migas ini.

"Presiden dan para menteri akan diskusi secara garis besarnya, kemudian dibikin timeline kapan merealisasikan," lanjut Sudirman.

Lahan yang akan digunakan, lanjut Sudirman, seluas 3 ribu hektar. Selain milik Pertamina, kawasan industri ini juga akan menggunakan lahan milik ASDP, dan membangun konektivitas antara kawasan industri dan pelabuhan. Proyek ini adalah bagian rencana pemerintah untuk mengoptimalkan lahan "tidur" milik pemerintah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement