REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Salah satu petinggi Google Eric Schmidt mengungkapkan Asia akan menjadi pemimpin industri mobile di dunia. Dalam pertemuan bertajuk "The Mobile First World", Eric menekankan pentingnya pasar mobile market di Asia yang terus bergerak. Dimana jaringan internet semakin cepat dan orang-orang semakin mencintai smartphone.
"Asia akan menjadi pemimpin industri mobile untuk waktu yang sangat lama. Asia akan menjadi pasar yang sangat besar dengan ratusan lebih pengguna dan ini masalah yang besar bagi kita," katanya seperti dilansir The Korea Times, Rabu (5/11).
Schmidt menambahkan Asia memegang kendali inovasi dan perubahan dunia. Perusahaan harus mulai berpikir bagaimana mobile berpengaruh bagi Asia dan seluruh dunia. Mulai dari pengguna ke pengembang, aplikasi mobile dan platform perangkat pintar itu sendiri.
Asia juga sudah semakin siap dengan jaringan infrastruktur. Bagaimanapun juga di beberapa benua lain seperti Afrika, jaringan masih menjadi masalah, sama halnya di Amerika Latin. Di Eropa bahkan kecepatan internet belum cukup cepat.
Schimdt mengungkapkan pertumbuhan jumlah penduduk di Asia juga akan diiringi dengan meningkatnya penggunaan smartphone. Yang berarti meningkatnya penggunaan aplikasi mobile.
"Tren ini akan berakhir menjadi mobile inovasi ketika semua itu digabungkan dengan keunikan dan perbedaan budaya penggunaan internet di Asia," tambahnya.
Schmidt menyebutkan dunia akan segera berubah dari sekedar 'mobile only' menjadi 'mobile first generation'. 'Mobile first generation' berarti akses internet pertama dilakukan disebuah perangkat mobile. Tetapi 'mobile only' hanya mengartikan akses internet yang bisa ditempuh dari mana saja.
Vice President of Engineering Google, Chris Yerga menambahkan, fenomena generasi mobile pertama sebenarnya sudah mulai ditunjukkan sejak 10 tahun belakangan. Dimana saat ini 'mobile only' sudah terlihat di mayoritas negara di Asia meskipun disana jaringan internet masih terbatas.
"Mobile first sudah terjadi sekarang di Asia dibandingkan di Eropa dan negara barat lainnya," kata Yerga.
Sebagai gambaran, data Google menujukkan 50 persen penonton YouTube berasal dari perangkat di Korea. Di Taiwan dan Vietnam penggunaan ponsel lebih banyak untuk mendengarkan musik bahkan jika dibandingkan negara-negara di barat.
Ini menunjukkan jika di Asia ponsel bukan hanya sekedar telepon tapi sebuah komputer, perangkat yang terkoneksi pertama.