Kamis 30 Oct 2014 09:53 WIB

Kabar Buruk! The Fed Akhiri Program Stimulus Krisis

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
The Fed/Ilustrasi
Foto: ABC News
The Fed/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--The Federal Reserve akhirnya menghentikan pembelian obligasi atau quantitative easing dengan nilai triliunan dolar seiring membaiknya ekonomi Amerika Serikat (AS).

The Fed akan mengganti obligasi jatuh tempo dengan obligasi lain untuk mempertahankan dana stimulus yang nilainya mencapai 4,5 trilun dolar AS. Meski begitu The Fed masih mempertahankan suku bunga rendah sekitar nilai nol untuk waktu yang belum ditentukan.

Profesor ekonomi New York University, Kim Schoenholtz, mengatakan QE yang dilakukan The Fed cukup efektif dan menjadi langkah penting menstabilkan sistem ekonomi.

Kebijakan itu juga berhasil menstimulus ekonomi secara lebih luas terutama setelah krisis keuangan yang melanda AS.

Dampak langkah QE itu perlahan makin berkurang seiring membaiknya kondisi ekonomi AS sehingga masuk akal jika kebijakan ini diakhiri.

''The Fed melakukan kebijakan yang akomodatif dan tepat dibanding Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Jepang yang tengah berjuang melawan deflasi,'' kata Schoenholtz.

QE yang dilakukan The Fed membuat pasar AS bergerak positif. Indeks The Standard & Poor 500-stock bahkan melesat 131 persen setelah The Fed memulai pembelian obligasi pertama pada 2008.

Acauan yield Treasury dalam 10 tahun terakhir juga turun dari 2,96 persen menjadi 2,32 persen dan kondisi ekonomi AS menunjukkan perbaikan.

Fuji Pratiwi

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement