Rabu 29 Oct 2014 16:49 WIB

Peluang Ekspor Fesyen Muslim Terbuka Lebar

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Sejumlah model memeragakan rancangan busana karya Syahreza dengan tema
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Sejumlah model memeragakan rancangan busana karya Syahreza dengan tema "Magnificence of Sasirangan" pada pagelaran Jakarta Islamic Fashion Week 2013 di Jakarta Convetion Center, Jakarta, Minggu (30/6).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia. Hal inilah yang menjadikan Indonesia mempunyai potensi menjadi pusat fesyen muslim di mancanegara.

Peluang pasar industri fesyen muslim sudah semakin besar karena terjadi peningkatan jumlah masyarakat kelas menengah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap fesyen.

Masyarakat kelas menengah sudah mulai menjadikan fashion berkualitas dan bermerek tertentu sebagai sebuah kebutuhan. Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nuzulia Ishaq mengatakan, secara umum nilai ekspor produk fesyen di semester pertama 2014 mengalami peningkatan sebesar 17,30 persen.

Sementara itu tren pertumbuhan ekspor produk fesyen selama periode 2009-2013 mengalami pertumbuhan positif sebesar 10,59 persen per tahun. “Berdasarkan data dari organisasi islam, Indonesia merupakan negara ketiga untuk produk ekspor pakaian muslim,” ujar Nuzulia di Jakarta, Rabu (29/10).

Nuzulia mengatakan, saat ini sejumlah perancang busana muslim Indonesia telah melakukan promosi secara mendiri di berbagai ajang fesyen dunia. Hal ini tentu saja dapat membuat pasar busana muslim Indonesia dilirik oleh pasar dunia.

Menurut Nuzulia, pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan ekspor busana muslim, yakni dengan melakukan capacity building untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam rangka menaikkan ekspor.

Selain itu, pemerintah juga berupaya untuk membangun networking dan menarik buyer melalui berbagai macam ajang fesyen, salah satunya yakni lewat ajang Indonesia Fashion Week. Dengan mendatangkan banyak buyer, merupakan peluang untuk mengenalkan produk busana muslim Indonesia di kancah internasional.

Nuzulia menyadari bahwa produk busana muslim Indonesia merupakan pasar yang besar, oleh karena itu perlu ada kerjasama yang kuat antar kementerian terkait, yakni Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Koperasi dan UMKM.

“Saya melihat, para desainer Indonesia sudah memiliki kemampuan yang mumpuni sehingga dapat meningkatkan daya saing melalui produk fashion,” kata Nuzulia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement