Kamis 13 Mar 2014 20:53 WIB

Fundamental Ekonomi Sehat, Rupiah Perkasa

Rep: elba damhuri/ Red: Taufik Rachman
Seorang petugas teller menghitung mata uang rupiah.    (ilustrasi)
Foto: Republika/ Yogi Ardhi
Seorang petugas teller menghitung mata uang rupiah. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menilai fundamental ekonomi semakin sehat dan mendorong perbaikan kinerja sektor eksternal. Penguatan ini, kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, terlihat pada  menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Pada Februari 2014, Tirta menjelaskan, rupiah ditutup pada level Rp 11.609 per dolar AS, menguat 5,18 persen dibandingkan pada level akhir Januari 2014. "Secara rata-rata, rupiah Februari 2014 tercatat Rp 11.919 per dolar AS," kata Tirta dalam penjelasan persnya kepada Republika, Kamis (13/3).

Ini berarti rupiah menguat 2,02 persen dibandingkan dengan rata-rata rupiah pada Januari 2014 sebesar Rp 12.160 per dolar AS. Tirta mengatakan, ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya. Selain itu, BI juga terus meningkatkan pendalaman pada pasar valas.

Persoalan defisit transaksi berjalan dan defisit neraca pembayaran menjadi sebab pelemahan rupiah sejak awal 2013. Rupiah bahkan sempat menyentuh angka psikologia Rp 12 ribuan pada awal 2014 sebelum akhirnya berada pada level Rp 11 ribuan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement