REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabel laut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menghubungkan sistem kelistrikan Sembakung-Nunukan-Sebatik di Kalimantan Utara dinilai stabil. Menurut Direktur Operasi Indonesia Timur PLN, Vickner Sinaga, Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) sepanjang 37 kilometer sirkuit (kms) itu stabil memasok 8,1 Mega Watt (MW) dengan suplai gas dari Pertamina EP.
Walaupun demikian, kata Vickner, pada malam hari ditambah pasokan 1 MW dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Hal ini dilakukan karena beban pelanggan baru naik secara signifikan disini. ''Ada tambahan 14 juta penduduk yang menikmati listrik tahun 2013 di Kalimantan Utara,'' jelas dia, Rabu (1/1).
Menurut dia, kabel laut yang diresmikan 28/10 silam sekilas mirip sekali dengan ular sawah yang berwarna hitam dengan garis kuning di sekujur tubuhnya, lebih tepat disebut Ular Sawah Tiongkok karena memang benda sepanjang 37 ribu meter dan berat 925 ton itu dibuat di negeri Tiongkok.
Momentum sumpah pemuda kemudian dijadikan PLN untuk terus berupaya memberikan komitmen dan upaya terbaik dalam melistriki nusantara dengan menerangi pulau Borneo hingga ke perbatasan Malaysia. Manajer PLN Area Berau, Susilo menyampaikan dengan masih beroperasinya PLTD sebagai tambahan pasokan listrik, ada suara bising di Nunukan kembali yang selama ini sudah tidak terdengar.
Ketersediaan pasokan listrik sangat dibutuhkan untuk memacu perkembangan perekonomian daerah. Apalagi Nunukan merupakan wilayah agro industri dan jasa.