Rabu 11 Dec 2013 16:45 WIB

Energi Mega Persada Raih Pinjaman Sindikasi

Rep: Friska Yolandha/ Red: Mansyur Faqih
Logo PT Energi Mega Persada
Logo PT Energi Mega Persada

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mendapatkan pinjaman sindikasi sebesar 203 miliar dolas AS dari Bank of America Merrill Lynch, Bank of India, dan Intesa Sanpaolo SpA. Pinjaman ini bertenor lima tahun dengan suku bunga sebesar enam persen per tahun.

Pinjaman ini akan dipakai perusahaan untuk melunasi pinjaman sebelumnya. Dengan demikian, perseroan dapat mengurangi beban bunga secara signifikan.

"Pelunasan pinjaman akan mengurangi beban bunga hingga 26 juta dolar AS. Penghematan ini akan berdampak pada kinerja perusahaan," kata Direktur Utama ENRG Imam Agustino dalam keterangannya, Rabu (11/12).

Sebagai perusahaan minyak dan gas (migas) swasta dengan produksi terbesar di Indonesia, ENRG terus memaksimalkan setiap peluang untuk meningkatkan nilai perseroan. Selain melakukan efisiensi, ENRG juga berusaha memperbesar produksi migas dari sejumlah blok yang dikelola seperti Kangean PSC, Bentu PSC dan ONWJ PSC.

Upaya ENRG sejauh ini berhasil dengan baik. Selama periode Januari–September 2013, rata-rata produksi migas perusahaan mencapai 49 ribu barel ekuivalen per hari.

Produksi harian tertinggi mencapai 54 ribu barel ekuivalen. Hingga September 2013, ENRG memiliki cadangan minyak dan gas terbukti dan terukur yang tersertifikasi lebih dari 200 juta barel ekuivalen

Hingga akhir September 2013, ENRG membukukan penjualan senilai 576,58 juta dolar AS. Nilai ini tumbuh 33 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih perseroan mencapai 202,91 juta dolar AS atau tumbuh 1.334 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement