Senin 02 Mar 2026 10:30 WIB

Supermarket di Uni Emirat Arab Hadapi Lonjakan Pembelian, Warga Diimbau tidak Panic Buying

Lonjakan permintaan kebutuhan pokok terjadi di UEA.

Asap hitam tebal mengepul ke udara di atas pelabuhan Jebel Ali setelah terkena puing-puing dari rudal Iran yang dicegat, di Dubai, Uni Emirat Arab, Ahad (1/3/2026). Iran melancarkan serangan udara balasan di wilayah tersebut menyusul operasi militer gabungan Israel-AS sebelumnya yang menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran pada dini hari tanggal 28 Februari 2026.
Foto: EPA
Asap hitam tebal mengepul ke udara di atas pelabuhan Jebel Ali setelah terkena puing-puing dari rudal Iran yang dicegat, di Dubai, Uni Emirat Arab, Ahad (1/3/2026). Iran melancarkan serangan udara balasan di wilayah tersebut menyusul operasi militer gabungan Israel-AS sebelumnya yang menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran pada dini hari tanggal 28 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI — Peritel Uni Emirat Arab (UEA) bergerak cepat meyakinkan warga pasokan kebutuhan pokok tetap dalam kondisi aman. Pengelola menyampaikan, rak-rak supermarket tetap terisi penuh, harga stabil, dan rantai pasok berjalan tanpa gangguan meski ketegangan kawasan meningkat.

Menanggapi situasi terkini, Chairman LuLu Group Yusuffali M.A. menyatakan pihaknya memiliki persediaan kuat di seluruh gerai dan pusat distribusi.

Baca Juga

“Kami memiliki tingkat inventori yang kuat di seluruh toko dan pusat distribusi, dan sama sekali tidak ada gangguan pasokan. Saya mengimbau warga untuk berbelanja secara bertanggung jawab dan tidak ada alasan untuk panik,” ujarnya dikutip dari Gulf News, Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan, sebagai pemangku kepentingan utama dalam ekosistem ketahanan pangan kawasan, memastikan ketersediaan produk kebutuhan pokok tanpa gangguan merupakan prioritas tertinggi perusahaan.

“Kami bekerja sama erat dengan otoritas terkait dan mitra pemasok untuk terus memantau perkembangan serta merespons secara proaktif,” katanya.

Para peritel menyatakan terjadi lonjakan permintaan, khususnya untuk barang kebutuhan pokok, namun menegaskan pasokan tetap stabil.

Sementara itu, Al Maya Group melaporkan peningkatan pembelian yang signifikan, termasuk kenaikan 50 persen pesanan daring serta peningkatan penjualan air mineral, beras, susu, sayuran segar, dan daging.

Namun, Partner and Deputy CEO Group Director Al Maya Group Kamal Vachani menegaskan tidak ada kekurangan barang kebutuhan sehari-hari (fast moving consumer goods/FMCG) di supermarket mereka.

Ia menjelaskan meskipun pelanggan membeli lebih banyak kebutuhan pokok, tidak ada gangguan pada rantai pasok. Tim pengadaan dan logistik bekerja sepanjang waktu bersama pemasok lokal dan internasional untuk menjaga tingkat persediaan tetap normal.

Vachani juga mengimbau warga untuk menghindari aksi beli panik, serta menegaskan tidak ada kebutuhan untuk menimbun barang karena operasional toko dan distribusi berjalan normal.

Juru bicara Spinneys mengatakan seluruh toko beroperasi seperti biasa, dengan rantai pasok yang kuat dan rencana kontinjensi yang telah disiapkan.

Peritel tersebut menekankan bahwa meskipun rantai pasok tetap kuat, pelanggan diharapkan membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan agar barang kebutuhan pokok tetap dapat diakses oleh semua pihak.

Secara umum, pesan dari jaringan supermarket besar yakni rak tetap terisi, jaringan logistik berfungsi normal, dan harga stabil.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Carrefour UAE (@carrefouruae)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement