Ahad 15 Sep 2013 11:22 WIB

Skotlandia Berposisi Jadi Pusat Investasi Syariah Dunia

Rep: Qommaria Rostanti/ Red: Dewi Mardiani
Keuangan syariah, ilustrasi
Keuangan syariah, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, EDINBURG -- Skotlandia memposisikan diri sebagai pusat investasi keuangan syariah global. Sebuah konferensi besar yang diselenggarakan oleh firma hukum terkemuka di Skotlandia, Tod Murray dan Dewan Keuangan Syariah Inggris telah membahas peluang investasi keuangan syariah di Skotlandia.

Negara tersebut dinilai berkemungkinan menarik investasi Timur Tengah untuk proyek di bidang infrastruktur dan energi terbarukan. Dewan Keuangan Syariah Inggris berbasis di Skotlandia memperkirakan investasi 120 juta hingga 200 juta Pound Sterling bisa diinvestasikan di Skotlandia untuk proyek infrastruktur dalam bentuk sukuk.

Investasi syariah di Skotlandia berpotensi dalam menyediakan produk-produk keuangan berbasis agama yang mematuhi prinsip-prinsip syariah. Keuangan syariah di Skotlandia tumbuh 15 hingga 20 persen pertahun. Kepala Perbankan dan Keuangan Tods Murray LLP yang juga Anggota Dewan Eksekutif Keuangan Syariah Inggris, Graham Burnside mengatakan bahwa London telah menarik dana syariah cukup banyak dari para investor.

"Tidak ada alasan mengapa Skotlandia tidak melakukan cara yang sama," ujarnya seperti dikutip Huffington Post, beberapa waktu lalu.

Pemerintah Skotlandia telah menegaskan ada berbagai proyek infrastruktur dan energi terbarukan  yang sedang mencari pendanaan. Dewan Keuangan Syariah Inggris menilai ini adalah jendela kesempatan untuk menarik investasi dari negara-negara Teluk.

Lebih dari setengah warga Skotlandia ingin uang mereka diinvestasikan secara syariah. Kepala Penjualan dan Layanan Bank Islam Britain (IBB), Imran Pasha mengatakan pasar Skotlandia salah satu yang penting untuk IBB. Pada 2009, IBB merancang khusus alternatif hipotek sesuai syariah Rencana Pembelian Rumah untuk memenuhi persyaratan dari pasar Skotlandia.

Sejak itu IBB telah mengembangkan kehadirannya di Skotlandia dan semakin banyak pelanggan yang mengambil tabungan dan produk pembiayaan rumah. Bank juga mulai menarik sejumlah pelanggan bisnis, terutama mereka yang mencari pembiayaan properti komersial. Ini membuktikan bahwa keuangan syariah menjadi populer, terutama dalam menghadapi pasokan keuangan terbatas untuk bisnis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement