Senin 25 Mar 2013 22:46 WIB

Kesepakatan Siprus Dongkrak Nilai Tukar Euro

Rep: Nur Aini/ Red: Djibril Muhammad
Bank Sentral Siprus
Foto: fosbusiness.com
Bank Sentral Siprus

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Nilai tukar euro naik, Senin (25/3) setelah Siprus menemukan kesepakatan untuk mendapat dana talangan sebesar 10 miliar euro.

Nilai tukar euro terhadap dolar dalam sesi pertama perdagangan naik menjadi 1,3050 dolar AS dari sekitar 1,2980 dolar AS. Nilai itu meningkat dari level rendah selama empat bulan terakhir 1,2844 dolar AS pada Selasa pekan lalu.

Sementara, nilai tukar euro terhadap yen naik 0,8 persen menjadi 123,54 yen. Nilai tukar dolar Australia terhadap yen menyentuh 99,25 yen. Capaian euro dan nilai tukar tersebut biasanya dihubungkan dengan investasi safe-haven seperti emas. 

Siprus menemukan kesepakatan dengan Uni Eropa, Bank Sentral Eropa, dan IMF untuk memberi dana talangan. Siprus akan menutup bank terbesar kedua di negara tersebut. Hal itu akan berdampak pada penabung yang tidak memiliki asuransi seperti para orang kaya Rusia yang menabung di Siprus. 

Tabungan kurang dari 100 ribu euro akan dialihkan ke Bank Siprus untuk menciptakan bank sehat. Meski demikian, euro akan cukup sulit untuk naik di level tinggi terhadap dolar AS.

"Sulit untuk melihat euro melampui level 1,35 dolar AS, mengingat prospek suku bunga zona euro tidak akan naik," ujar Kepala Perdagangan Jepang untuk UBS, Hiroshi Maeba, di Tokyo dilansir Reuters

Untuk alasan yang sama, rebound yen kemungkinan juga terbatas seperti pekan lalu di level 93,45 yen per dolar AS. Dengan pemulihan ekonomi AS, nilai tukar dolar diperkirakan menguat terhadap yen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement