Ahad 09 Dec 2012 16:27 WIB

Wow, Pasar Ikan Koi Capai 700 Miliar

Rep: Dwi Murdianingsih/ Red: A.Syalaby Ichsan
festival ikan koi
Foto: Antara
festival ikan koi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Industrialisasi ikan hias terus digenjot. Per tahun, nilai transaksi pasar ikan koi mencapai Rp 600-700 Miliar.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut P Hutagalung mencontohkan sentra-sentra ikan koi yang terbesar berada di Tulung Agung. Transaksinya bisa mencapai 140 Miliar. 

“Ini baru koi, belum lagi yang lain,” ujar Saut saat ditemui usai menutup acara International Ornamental Fish Technical and Trade Conference and Exhibition (IOFTTCE) 2012 di Jakarta, Ahad (9/12).

Saut mengatakan  pengembangan ikan hias berdampak positif pada kelestarian lingkungan. Pasalnya, ikan hias tidak mungkin bisa ditangkap dengan cara-cara yang merusak lingkungan. Saut menjelaskan ada empat hal yang perlu dilakukan untuk menggenjot kualitas dan jumlah ikan hias Indonesia di pasar dunia.

Ia mengatakan sangat penting memperbaiki kualitas dan kemampuan para pembudidya dalam menjaga mutu secara konsisten.

Riset, kata Saut harus terus ditingkatkan untuk memperbaiki kualitas pelatihan serta pembangunan sarana di sentra ikan hias. Ikan hias yang ada, kata Saut juga harus merujuk pada Sertifikasi Nasional Indonesia. 

“Dibutuhkan peran asosiasi  untuk melatih dan membimbing masyarakat untuk mengikuti standar yang telah ditetapkan,” tambah Saut.

Ikan hias, kata Saut merupakan salah satu komoditas andalan baru yang masih memerlukan upaya pengembangan yang lebih intensif di Indonesia. Hingga bulan Oktober 2012 produksi ikan hias telah mencapai 834.060.990 ekor.

Menurutnya, pemerintah berkomitmen dalam melakukan  promosi ke pasar-pasar internasional. Pasalnya, negara seperti Jerman dan Cina yang tidak memiliki komoditas ikan hias sebanyak Indonesia sudah berhasil melakukan pameran ikan hias berskala internasional. Indonesia, kata Saut memiliki lebih dari 300 jenis ikan hias.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement