REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Diam-diam ternyata Menteri BUMN Dahlan Iskan mulai melakukan perampingan (rightsizing) terhadap beberapa posisi di BUMN energi. Dahlan mengosongkan posisi wakil komisaris Pertamina. Berikutnya, ia memberhentikan komisaris lama dan mengangkat komisaris baru.
Dahlan mengangkat Staf Ahli Bidang Tata Kelola BUMN Harry Susetyo Nugroho menjadi salah satu komisaris di Pertamina. Harry menggantikan Hengky Triharyo Susilo yang menduduki kursi komisaris sebelumnya.
Berikutnya, Dahlan mengosongkan posisi wakil komisaris utama Pertamina. "Dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART) tak ada posisi wakil komisaris utama," kata Dahlan usai diskusi bersama BUMD seluruh Indonesia di Jakarta, Kamis (8/3).
Dahlan memaparkan pergantian tersebut tak harus melewati proses rapat umum pemegang saham (RUPS). Sebab, kepemilikan saham Pertamina 100 persennya milik pemerintah. Pergantian dilakukan pada Rabu (7/3) petang dan luput dari pemberitaan media.