Senin 31 Oct 2011 18:12 WIB

Dahlan Iskan Tunjuk Nur Pamudji Jadi Dirut PLN

Rep: Palupi Annisa Auliani/ Red: Djibril Muhammad
Dahlan Iskan
Foto: Republika
Dahlan Iskan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Direktur Utama Baru PT PLN akan dilantik Selasa (1/11). Pengganti Dahlan Iskan –yang diangkat menjadi Menteri Negara BUMN- adalah Nur Pamudji.

"Besok pagi (Selasa, 1/11) dilantik. Sudah diputuskan. Pak Nur Pamudji," kata Dahlan Iskan, di Bandung, Senin (31/10). Pelantikan akan dilakukan di Gardu Induk PLN di kawasan Karet Tengsin, Jakarta Pusat.

Nur, sebelumnya adalah Direktur Pengadaan Primer PT PLN. Menurut Dahlan, dengan naiknya Nur, bukan berarti akan ada kekosongan kursi Direktur. Karena, kata dia, dua jabatan Direktur akan digabungkan. "Dulu kan 10 (di jajaran Direksi) dengan saya, lalu tinggal sembilan. Nanti tetap sembilan," kata dia menegaskan.

Dua jabatan Direktur yang digabungkan adalah Direktur Pengadaan Strategis dan Direktur Pengadaan Primer yang ditinggalkan Nur. "Dua-duanya kan sama-sama pengadaan. Digabungkan saja," ujar Dahlan.

Ketika ditanya apa pertimbangan terpilihnya Nur, Dahlan malah bertanya balik kepada wartawan. "Mau jawaban guyon atau serius?" ujar dia.

Untuk jawaban bercanda, Dahlan yang berlatang belakang wartawan mengaku ingin penggantinya juga punya latar belakang wartawan. Saat mahasiswa, Nur adalah wartawan majalah kampus dan teknik. Bahkan Nur juga pernah menjadi kolumnis di surat kabar nasional.

Sementara jawaban seriusnya, kata Dahlan, Nur memang memiliki kapasitas dan integritas. "Dua-duanya tak diragukan," tegas dia.

Dahlan menambahkan, Nur akan menjadi Direktur Utama PLN termuda dalam sejarah modern perusahaan listrik tersebut. Hal ini senada dengan semangat Dahlan untuk 'memudakan' jajaran direksi seluruh BUMN untuk perbaikan kinerja perusahaan-perusahaan plat merah tersebut.

Sebelumnya, dalam sosialisasi holding BUMN, Dahlan mengatakan untuk perubahan dan perbaikan kinerja, dibutuhkan orang muda. Bahkan untuk manajer di tingkat operasional, menurut dia usia maksimal adalah 40 tahun. "Sokur-sokur bujangan," kata dia.

Karena ketika seseorang sudah berkeluarga dan berusia di atas 40 tahun, kegigihannya sudah mulai surut. Tambahan lagi, anak-anak muda juga cenderung lebih gigih dan bersemangat karena masih ingin menorehkan sejarah diri.

Khusus untuk PT PLN, Dahlan menambahkan keinginannya memperbanyak perempuan di level pimpinan. "Karena PLN itu terlalu laki-laki, kurang feminine," kata dia.

Saat ini baru ada satu perempuan yang sudah menjabat GM di PT PLN, tepatnya di Bangka Belitung. Soal pekerjaan yang harus dirampungkan Nur, Dahlan menyebutkan deretan panjang target proyek yang belum rampung digarap PT PLN dalam masa singkat kepemimpinan Dahlan. Beberapa yang dia sebutkan adalah rasio elektrifikasi, juga LNG dan CNG.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement