Rabu 29 Sep 2010 03:33 WIB

KKP Siap Kembangkan Minapolitan dan Minapedesaan

Rep: Citra Listya Rini/ Red: Budi Raharjo
Ilustrasi
Foto: Antara
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menganggarkan dana sebesar Rp 584 miliar untuk pengembangan minapolitan percontohan yang akan dimulai pada 2011-2014 mendatang. Selain itu, juga akan mengembangkan program nasional pengembangan usaha mina pedesaan (PUMP) senilai Rp 400 miliar.

Program KKP ini disebutkan sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat miskin di Indonesia. ''Untuk pengembangan minapolitan kami menganggarkan dana sebesar Rp 584 miliar. Untuk tahap pertama minapolitan akan dikembangkan di sembilan wilayah dulu,'' kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, di Jakarta, Selasa (28/9).

Fadel menguraikan, dana Rp 584 tersebut akan dialokasikan untuk tiga program, yakni pengembangan minapolitan percontohan berbasis perikanan tangkap di sembilan lokasi senilai Rp 364 miliar, minapolitan percontohan berbasis perikanan budi daya di 24 lokasi senilai Rp 149 miliar, dan sentra garam rakyat di delapan lokasi senilai Rp 69 miliar.

Mantan Gubernur Gorontalo ini menjelaskan alasan pemilihan ke-41 lokasi tersebut karena wilayahnya memiliki potensi khusus yang bisa dikembangkan, seperti potensi budi daya ikan patin, lele, rumput laut, dan sebagainya.

Minapolitan merupakan konsep pembangunan kelautan dan perikanan berbasis manajemen ekonomi kawasan dengan motor penggerak sektor kelautan dan perikanan. Adapun sembilan wilayah pengembangan minapolitan berbasis perikanan tangkap, yaitu di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan, Sumatra Utara, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungai Liat, (Bangka Belitung), dan PPN Pelabuhan Ratu, (Jawa Barat).

Berikutnya, PPS Cilacap (Jawa Tengah), Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan (Jawa Timur), PPP Muncar (Jawa Timur), PPS Bitung (Sulawesi Utara), PPN Ternate (Maluku Utara), dan PPN Ambon (Maluku). Untuk lokasi minapolitan berbasis perikanan budi daya nantinya dilakukan di 24 wilayah, antara lain budi daya ikan patin di Muaro Jambi dan Kampar (Riau), budi daya lele di Kabupaten Bogor, gurame di Banyumas (Jawa Tengah), dan rumput laut di Morowali (Sulawesi Tengah).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement