Kamis 02 Feb 2023 11:00 WIB

Kenaikan Suku Bunga Melambat, Harga Emas Diproyeksi Naik

Harga emas dunia diproyeksikan mengalami penguatan.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pramuniaga menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) untuk investasi di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Selasa (12/7/2022). Harga emas dunia diproyeksi akan mengalami penguatan pada perdagangan Kamis (2/2/2023).
Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Pramuniaga menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) untuk investasi di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Selasa (12/7/2022). Harga emas dunia diproyeksi akan mengalami penguatan pada perdagangan Kamis (2/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas dunia diproyeksi akan mengalami penguatan pada perdagangan Kamis (2/2/2023). Emas dunia hari ini diperkirakan bergerak di rentang 1.907,30 dolar AS per troy ons-1.944,60 dolar AS per troy ons.

Pada perdagangan kemarin, emas global ditutup naik pada level 1.930,50 dolar AS per troy ons. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan harga emas kemarin cukup stabil.

Baca Juga

"Emas menandai awal yang kuat untuk 2023, naik 5,7 persen pada Januari di tengah meningkatnya spekulasi the Fed akan melunakkan sikap hawkish-nya dalam beberapa bulan mendatang," kata Ibrahim dikutip Kamis (2/2/2023). 

Menurut Ibrahim, logam kuning juga diuntungkan dari bangkitnya kembali permintaan aset safe haven di tengah meningkatnya kekhawatiran akan resesi global yang menjulang. Mengingat reli baru-baru ini, pasar logam juga menjadi lebih berhati-hati dalam mengantisipasi bank sentral.

Bank Sentral Eropa dan Bank of England diperkirakan akan menaikkan suku bunga masing-masing sebesar 50 basis poin pada hari ini. Di sisi lain, pemulihan ekonomi China akan menguntungkan sebagian besar ekonomi Asia yang bergantung pada negara tersebut sebagai mitra dagang. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement