Sabtu 31 Oct 2026 06:19 WIB

Kinerja Indofood Menguat, Laba Usaha Tumbuh 15 Persen

Indofood membukukan pertumbuhan penjualan dan laba usaha.

Logo Indofood.
Foto: Dok Indofood
Logo Indofood.

JAKARTA — PT Indofood Sukses Makmur Tbk mengumumkan kinerja keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026. Perseroan membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 12 persen menjadi Rp 101,49 triliun dibandingkan dengan Rp 90,98 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Laba usaha naik 15 persen menjadi Rp 20,80 triliun dari Rp 18,10 triliun. Marjin laba usaha meningkat menjadi 20,5 persen dari 19,9 persen pada tahun sebelumnya.

Baca Juga

Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk relatif stabil di kisaran Rp 7,87 triliun. Kondisi ini diimbangi oleh meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan, terutama obligasi dalam mata uang dolar AS yang diterbitkan oleh ICBP, seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah.

Core profit, yang mencerminkan kinerja operasional perseroan, naik 11 persen menjadi Rp 9,37 triliun dari Rp 8,42 triliun.

“Didukung dengan model bisnis yang terintegrasi secara vertikal, Indofood mencatatkan kinerja yang solid selama periode sembilan bulan pertama tahun ini. Untuk ke depannya, kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” ujar Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim.

Sementara itu, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 15 persen menjadi Rp 64,45 triliun dari Rp 56,27 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Laba usaha tumbuh 7 persen menjadi Rp 13,67 triliun dari Rp 12,74 triliun. Namun, marjin laba usaha turun menjadi 21,2 persen dari 22,6 persen pada tahun sebelumnya, terutama didorong oleh kenaikan beban bahan baku, bahan kemasan, dan logistik.

Tanpa memperhitungkan pos-pos yang tidak berulang (non-recurring items) dan selisih kurs, core profit yang mencerminkan kinerja operasional perseroan naik 5 persen menjadi Rp 8,04 triliun dari Rp 7,69 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya hasil operasional.

“Di tengah kondisi global yang fluktuatif dan penuh ketidakpastian, ICBP tetap fokus memperkuat rantai pasoknya guna menjaga daya saing pasar dan profitabilitas yang sehat selama periode sembilan bulan pada 2026. Ke depannya, kami akan terus menghadirkan produk-produk yang relevan dan mudah dijangkau, sembari terus mengoptimalkan efisiensi operasional dan mengelola biaya secara disiplin,” ujar Anthoni.

Berita Lainnya

Rekomendasi