Kamis 29 Oct 2026 18:00 WIB

Grab Perketat Keamanan Perjalanan dan Transaksi Pengguna

Pengawasan dilakukan sejak pemesanan hingga layanan selesai.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Satria K Yudha
Pengemudi ojek daring kendaraan listrik GrabElectric menunggu calon pengguna di Jakarta, Selasa (12/7/2022).
Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Pengemudi ojek daring kendaraan listrik GrabElectric menunggu calon pengguna di Jakarta, Selasa (12/7/2022).

JAKARTA -- Grab Indonesia memperkuat sistem perlindungan pengguna layanan transportasi dan pengiriman, mulai dari keamanan perjalanan hingga pencegahan penipuan transaksi. Perusahaan mengandalkan fitur keselamatan dalam aplikasi serta pemantauan laporan untuk mengantisipasi risiko yang dihadapi pengguna.

Director of Trust & Safety and Grab Support Indonesia Radhi Juniantino mengatakan, perlindungan pengguna tidak hanya berkaitan dengan keselamatan selama perjalanan. Pengawasan juga dilakukan sebelum pemesanan hingga layanan selesai, termasuk pada keamanan akun dan transaksi.

Baca Juga

"Melalui Pusat Keselamatan di aplikasi, pengguna dapat membagikan detail perjalanan kepada orang terdekat, mengakses bantuan darurat, dan melaporkan masalah dengan lebih mudah," ujar Radhi dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).

Menurut Radhi, fitur tersebut menjadi salah satu sarana bagi pengguna untuk memperoleh bantuan ketika menghadapi masalah. Sementara itu, tim Trust & Safety dan Grab Support bertugas memantau serta menindaklanjuti laporan yang masuk.

Grab juga melakukan penguatan perlindungan akun dan transaksi untuk mengantisipasi berbagai modus penipuan. Di sisi lain, perusahaan memberikan edukasi keselamatan kepada mitra pengemudi dan mitra pengiriman serta berkoordinasi dengan pemerintah, aparat, dan komunitas.

Meski demikian, Radhi mengingatkan bahwa keberadaan fitur keselamatan tidak sepenuhnya menghilangkan risiko dalam penggunaan layanan. Pengguna tetap perlu memeriksa identitas pengemudi dan nomor pelat kendaraan sebelum memulai perjalanan.

"Namun, teknologi akan bekerja paling optimal jika didukung kebiasaan sederhana dari pengguna yakni mencocokkan identitas pengemudi dan nomor pelat hingga segera melapor melalui kanal resmi jika ada hal yang terasa janggal," ucap Radhi.

Radhi menjelaskan, aspek keselamatan juga mencakup komunikasi dengan orang terdekat dan langkah yang diambil ketika terjadi masalah. Karena itu, pengguna perlu mengetahui saluran bantuan yang tersedia dan segera melapor apabila menemukan kondisi mencurigakan.

"Fitur Grab membantu pengguna memperoleh informasi dan akses dukungan, tetapi pengguna tetap perlu waspada dan menghubungi layanan darurat jika ada bahaya langsung," lanjut Radhi.

Radhi menambahkan, ketersediaan fitur keselamatan dapat berbeda menurut lokasi, jenis layanan, akun, perangkat, dan pembaruan aplikasi. Dalam kondisi darurat, pengguna tetap disarankan mengutamakan keselamatan diri dan menghubungi layanan darurat setempat.

"Jika ada bahaya langsung, pengguna perlu mencari tempat aman dan menghubungi layanan darurat setempat," kata Radhi.

Berita Lainnya

Rekomendasi