Rabu 21 Oct 2026 14:39 WIB

PP Infrastruktur Evaluasi Penyerapan Air Bersih SPAM Pekanbaru

Evaluasi operasional mencakup efisiensi biaya dan keandalan fasilitas.

Fasilitas operasional Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PT PP Tirta Madani di Pekanbaru, Riau.
Foto: Istimewa
Fasilitas operasional Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PT PP Tirta Madani di Pekanbaru, Riau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemanfaatan kapasitas produksi air bersih di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Pekanbaru, Riau, masih menghadapi tantangan akibat tingkat penyerapan yang belum optimal. Kapasitas produksi PT PP Tirta Madani (PPTM) saat ini masih lebih tinggi dibandingkan volume air yang diserap PDAM Tirta Siak sehingga diperlukan penyesuaian strategi untuk meningkatkan pemanfaatan infrastruktur.

PT PP Infrastruktur (PPIN) selaku pemegang saham PPTM menempatkan optimalisasi kapasitas produksi dan peningkatan penyerapan air sebagai prioritas pengelolaan SPAM Pekanbaru. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung pengembangan layanan air minum kepada masyarakat.

Baca Juga

Direktur PT PP Infrastruktur Iwan Sumediono mengatakan, perusahaan tengah mengevaluasi kondisi operasional SPAM Pekanbaru, termasuk keandalan fasilitas produksi, efisiensi pengelolaan, dan strategi peningkatan kinerja. Evaluasi tersebut dilakukan melalui kunjungan langsung ke fasilitas SPAM pada awal pekan ini.

"Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya PPIN untuk meninjau kondisi operasional, mengevaluasi tantangan yang dihadapi," kata Iwan dalam siaran pers, Rabu (21/10/2026).

Menurut Iwan, tingkat penyerapan air oleh PDAM Tirta Siak menjadi salah satu perhatian utama dalam pengelolaan SPAM Pekanbaru. Meskipun kerja sama menggunakan skema take-or-pay sesuai perjanjian yang berlaku, PPTM tetap berupaya meningkatkan pemanfaatan kapasitas produksi yang tersedia.

Peningkatan penyerapan air membutuhkan koordinasi antara PPTM dan PDAM Tirta Siak, terutama dalam mengidentifikasi peluang pengembangan cakupan layanan. Penyesuaian strategi distribusi berdasarkan kebutuhan pelanggan juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.

Selain pemanfaatan kapasitas produksi, PPIN menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan air bersih. Pengelolaan fasilitas SPAM harus memenuhi standar kualitas air sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.

“Keberlangsungan dan kualitas layanan dari PPTM harus tetap terjaga dan operational excellence serta Layanan Prima merupakan harga mati yang senantiasa harus selalu dijaga,” kata Iwan.

Perusahaan juga mengevaluasi efektivitas pemeliharaan instalasi pengolahan air, efisiensi penggunaan sumber daya, dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kesiapan menghadapi potensi gangguan operasional menjadi perhatian untuk menjaga kesinambungan pasokan kepada pelanggan.

Di sisi lain, PPIN menyiapkan langkah efisiensi melalui pengurangan tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW). Strategi tersebut mencakup optimalisasi produksi dan distribusi, pengendalian biaya operasional, serta pengembangan basis pelanggan.

"Tentu saja juga soal optimalisasi kapasitas produksi dan distribusi, peningkatan efisiensi biaya, serta pengembangan basis pelanggan," kata Iwan.

Menurut Iwan, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas aset sekaligus memperbaiki kinerja keuangan perusahaan. Penurunan kehilangan air dan peningkatan penyerapan produksi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis pengelolaan SPAM.

Strategi pengelolaan PPTM juga berkaitan dengan transformasi BUMN yang dijalankan Danantara Indonesia. Transformasi tersebut mencakup penguatan fundamental perusahaan, restrukturisasi bisnis dan keuangan, serta penataan portofolio melalui sejumlah opsi, termasuk likuidasi, merger, dan divestasi terhadap entitas yang tidak lagi menjadi prioritas.

Dalam konteks tersebut, PPIN menilai penataan perusahaan perlu mempertimbangkan karakteristik bisnis infrastruktur air minum yang membutuhkan kesinambungan investasi dan keandalan operasional. Efisiensi bisnis diharapkan tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai pemegang saham, PPIN akan melakukan evaluasi kinerja secara berkala, menetapkan indikator kinerja yang terukur, serta memantau pelaksanaan perbaikan operasional dan keuangan. Langkah tersebut juga dilakukan di tengah persiapan PPTM menuju tahapan terminasi yang disebutkan perusahaan.

"PPIN menegaskan bahwa efisiensi dan transformasi perusahaan harus berjalan seiring dengan komitmen untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat," kata Iwan.

Berita Lainnya

Rekomendasi