Jumat 30 Oct 2026 11:38 WIB

TelkomGroup dan PLN Jajaki Pengembangan Pusat Data AI Nasional

TelkomGroup, PLN, dan Danantara industri menjajaki pengembangan pusat data AI.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), PT PLN (Persero), dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menjajaki kolaborasi pengembangan National AI Data Center Hub dengan pendekatan berbasis kawasan industri.
Foto: Dok Telkom
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), PT PLN (Persero), dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menjajaki kolaborasi pengembangan National AI Data Center Hub dengan pendekatan berbasis kawasan industri.

 

JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), PT PLN (Persero), dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menjajaki kolaborasi pengembangan National AI Data Center Hub dengan pendekatan berbasis kawasan industri. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara NeutraDC dan pengelola kawasan industri terpadu, serta antara Telkom dan PLN. Penandatanganan berlangsung pada 27 Oktober 2026 dan diumumkan dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta.

Baca Juga

Inisiatif ini diarahkan untuk menyelaraskan kebutuhan energi, kesiapan lahan dan utilitas kawasan industri, serta pengembangan infrastruktur digital yang mampu mendukung kebutuhan komputasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kebutuhan infrastruktur pusat data meningkat seiring dengan meluasnya penggunaan AI. Beban kerja AI membutuhkan kapasitas listrik, sistem pendingin, dan konektivitas yang lebih besar dibandingkan pusat data konvensional. Karena itu, ketersediaan lahan, pasokan listrik yang andal, dan dukungan utilitas menjadi faktor penting dalam pengembangan fasilitas tersebut.

Pendekatan berbasis kawasan industri dipilih karena memungkinkan kesiapan lahan, utilitas, akses logistik, dan tata ruang direncanakan dalam satu ekosistem. Dengan demikian, pembangunan pusat data dapat diselaraskan sejak awal dengan kebutuhan energi dan konektivitas.

Managing Director of Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Irwan Rei mengatakan pengembangan infrastruktur AI dalam skala nasional membutuhkan kolaborasi berbagai pihak dengan kapabilitas yang saling melengkapi.

“Pengembangan infrastruktur AI dalam skala nasional membutuhkan kolaborasi berbagai pihak dengan capability yang berbeda namun saling melengkapi. Peran Danantara Indonesia adalah membantu mengorkestrasi BUMN, infrastructure providers, technology partners, dan investment ecosystem sehingga pengembangan teknologi tidak berhenti pada infrastruktur, tetapi memiliki jalur menuju adoption, utilization, dan penciptaan nilai bagi ekosistem nasional," katanya dalam keterabgan, Jumat (30/10/2026).

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan pengembangan AI membutuhkan fondasi infrastruktur yang mampu mendukung kebutuhan komputasi dalam skala besar.

“Pengembangan AI tidak hanya membutuhkan model dan aplikasi, tetapi juga fondasi infrastruktur yang mampu mendukung kebutuhan komputasi dalam skala besar. Melalui kolaborasi ini, TelkomGroup ingin menghubungkan capability data center dan konektivitas dengan kekuatan ekosistem energi, kawasan industri, AI, dan cloud agar dapat mendukung pengembangan sovereign AI infrastructure Indonesia secara lebih terintegrasi," katanya.

Dalam kolaborasi tersebut, setiap pihak membawa kapabilitas sesuai bidangnya. Pengelola kawasan industri menyediakan dukungan berupa kesiapan lahan, utilitas, dan ekosistem pendukung. PLN berperan dalam penyediaan pasokan listrik, kesiapan jaringan, dan keandalan daya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi