Senin 19 Oct 2026 10:37 WIB

Harga Saham Merosot Tajam, BCA Lakukan Program Buyback hingga Maret 2027

Aksi korporasi berlanjut untuk dukung stabilitas pasar modal Indonesia.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Layar digital menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona hijau pada perdagangan akhir pekan ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,80 persen atau 49,762 poin ke level 6.236,126, sekaligus menutup perdagangan akhir Juli di zona hijau.
Foto: Republika/Prayogi
Layar digital menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona hijau pada perdagangan akhir pekan ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,80 persen atau 49,762 poin ke level 6.236,126, sekaligus menutup perdagangan akhir Juli di zona hijau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk kembali melanjutkan pembelian kembali saham atau buyback pada 19–21 Oktober 2026. Aksi korporasi ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah direalisasikan pada April dan Juni 2026.

Dalam keterangan resmi pada Senin (19/10/2026), Bank Central Asia menyatakan pelaksanaan buyback tersebut telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025 pada 12 Maret 2026. Keputusan ini diambil demi mendukung stabilitas pasar keuangan domestik.

Baca Juga

"Buyback dilakukan sebagai bentuk keyakinan terhadap fundamental bisnis perseroan sekaligus untuk mendukung stabilisasi pasar modal Indonesia," kata manajemen Bank Central Asia dalam keterangan resminya.

Berdasarkan keputusan rapat tahunan tersebut, program buyback berlangsung selama 12 bulan, terhitung sejak 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027. Perseroan dapat mengakhiri program lebih awal dengan tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Pelaksanaan buyback tidak berdampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha perseroan. Perseroan juga akan memperhatikan dinamika pasar dalam menjalankan program tersebut," ujar manajemen Bank Central Asia.

 

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi