Jumat 09 Oct 2026 14:21 WIB

Jerman Desak Inggris Naikkan Tarif Kendaraan Listrik China

Eropa ingin membendung membanjirnya kendaraan dan produk murah dari China.

Mobil BYD produksi China.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Mobil BYD produksi China.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Jerman ingin Inggris menaikkan tarif atas kendaraan listrik asal China sebagai timbal balik atas konsesi perdagangan Uni Eropa bagi perusahaan Inggris yang diregulasi dalam aturan "Made in Europe".

Menurut laporan Politico, Kamis (8/10/2026), mengutip sumber yang mengetahui posisi Berlin, aturan "Made in Europe" akan memberikan keuntungan bagi produsen Eropa dibandingkan perusahaan di luar Uni Eropa.

Baca Juga

Ketentuan "Made in Europe" kini sedang disusun Uni Eropa sebagai tanggapan atas kebijakan perdagangan luar negeri Amerika Serikat dan China.

Menurut sumber dalam laporan tersebut, pemerintahan Kanselir Jerman Friedrich Merz meyakini pentingnya menaikkan tarif. Langkah ini dinilai akan menunjukkan kesiapan London. Dengan begitu, London dapat membuktikan tidak hanya ingin mengambil keuntungan dari Uni Eropa, tetapi juga mau berunding.

Pada akhir Mei lalu, The New York Times melaporkan Eropa sedang menuju perang dagang dengan China. Eropa khawatir akan ancaman eksistensial terhadap industri mereka akibat masuknya barang-barang murah dari China ke benua tersebut.

Pada saat yang sama, Kementerian Perdagangan China menyatakan pihaknya akan mengambil langkah-langkah balasan yang tegas jika Uni Eropa mulai memberlakukan pembatasan terhadap perusahaan dan barang-barang dari China.

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi