Kamis 08 Oct 2026 20:43 WIB

Defisit APBN September Rp319 Triliun, Pemerintah Klaim Masih On Track

Kemenkeu laporkan realisasi pendapatan negara capai 74,5 persen dari target.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama, Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat konferensi pers penindakan impor ilegal di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea Cukai) Kementerian Keuangan mengungkap sejumlah pelanggaran di bidang kepabeanan melalui empat penindakan terhadap importasi komoditas yang diberitahukan tidak sesuai dengan kondisi barang sebenarnya.
Foto: Republika/Prayogi
Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama, Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat konferensi pers penindakan impor ilegal di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea Cukai) Kementerian Keuangan mengungkap sejumlah pelanggaran di bidang kepabeanan melalui empat penindakan terhadap importasi komoditas yang diberitahukan tidak sesuai dengan kondisi barang sebenarnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir September 2026 masih berjalan sesuai jalur. Pendapatan negara telah mencapai Rp2.341,5 triliun atau 74,5 persen dari target.

“Jadi, kalau pendapatan negara sudah terkumpul 74 persen, artinya on track,” kata Suahasil di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga

Sementara itu, belanja negara telah mencapai Rp2.660,5 triliun atau 69 persen dari pagu. Suahasil memperkirakan belanja akan mengalami percepatan pada November dan Desember.

“Tetapi tiga per empat tahun belanja hampir 70 persen, ini artinya juga oke, on track,” ujarnya.

Dengan realisasi pendapatan dan belanja tersebut, defisit APBN hingga akhir September 2026 tercatat Rp319 triliun atau setara 1,24 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Defisit APBN di angka Rp319,0 triliun, dan defisit 1,24 persen PDB, dan memang APBN kita dari sejak awal didesain untuk defisit,” kata Suahasil.

Menurut dia, defisit merupakan bagian dari desain APBN agar pemerintah dapat membiayai belanja negara yang lebih besar dibandingkan pendapatan yang dikumpulkan.

“Artinya kita desain supaya belanja negara bisa lebih tinggi dari apa yang kita kumpulkan dari masyarakat pendapatan negara,” ujarnya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi