REPUBLIKA.CO.ID, HALMAHERA TENGAH — Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyatakan kontribusi investasi sektor hilirisasi meningkat menjadi 30 persen dari total realisasi investasi nasional pada semester pertama 2026. Peningkatan tersebut mencatatkan kenaikan signifikan jika dibandingkan dengan proporsi kontribusi dalam dua tahun terakhir.
Rosan mengatakan realisasi investasi pada semester pertama 2026 secara keseluruhan telah mencapai Rp 1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian investasi nasional tersebut sekaligus berhasil menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.
"Nah, dari total investasi tersebut, angka hilirisasi meningkat dalam dua tahun terakhir ini yang tadinya kontribusi hilirisasi 25 persen sudah mencapai 30 persen dari total investasi yang masuk," ujar Rosan. Keterangan tersebut disampaikan Rosan dalam Groundbreaking dan Komersialisasi 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel serta Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Kawasan Industri Weda Bay di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis.
Ia menambahkan lebih dari 75 persen realisasi investasi hilirisasi berada di luar Pulau Jawa. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan agenda hilirisasi dan industrialisasi mulai mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk di Maluku Utara. "Lebih dari 75 persen realisasinya di luar Jawa dari hilirisasi," tuturnya.