Sabtu 19 Sep 2026 13:47 WIB

Waran Terstruktur Tumbuh Pesat, Transaksi Capai Rp4,18 Triliun

Waran terstruktur menambah pilihan instrumen di pasar modal Indonesia.

BEI bersama RHB Sekuritas Indonesia menggelar Hari Waran Terstruktur Indonesia (HWTI) 2026 di Main Hall Gedung BEI, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Foto: Istimewa
BEI bersama RHB Sekuritas Indonesia menggelar Hari Waran Terstruktur Indonesia (HWTI) 2026 di Main Hall Gedung BEI, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penerbitan waran terstruktur di pasar modal Indonesia mencapai 679 seri hingga 16 September 2026, meningkat dibandingkan 13 seri saat pertama kali diluncurkan pada 2022. Nilai transaksi waran terstruktur juga meningkat dari Rp194 miliar pada 2022 menjadi sekitar Rp4,18 triliun hingga September 2026.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Iding Pardi mengatakan waran terstruktur terus berkembang sejak pertama kali diluncurkan pada 2022. Produk tersebut menjadi salah satu alternatif instrumen investasi bagi investor di pasar modal.

Baca Juga

Menurut Iding, edukasi dan sosialisasi diperlukan untuk meningkatkan pemahaman investor terhadap produk pasar modal, termasuk waran terstruktur.

“Kegiatan edukasi dan sosialisasi seperti yang dilaksanakan hari ini memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman investor dan memperluas awareness terhadap produk-produk pasar modal,” ujar Iding Paridi.

Iding mengatakan waran terstruktur dapat digunakan investor untuk menerapkan strategi investasi sesuai tujuan dan profil risiko masing-masing.

“Bagi investor, waran terstruktur memberikan alternatif untuk menerapkan berbagai strategi investasi sesuai dengan tujuan dan profil risiko masing-masing,” kata Iding.

Perkembangan tersebut disampaikan dalam Hari Waran Terstruktur Indonesia (HWTI) 2026 yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama RHB Sekuritas Indonesia di Main Hall Gedung BEI, Jakarta, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan empat tahun sejak waran terstruktur diperkenalkan di pasar modal Indonesia.

Head of Equity Derivatives PT RHB Sekuritas Indonesia Kenneth Zhao mengatakan waran terstruktur memiliki sejumlah karakteristik yang dapat digunakan investor untuk melakukan diversifikasi portofolio.

“Singkatnya, ada beberapa keuntungan bagi investor Waran Terstruktur, yaitu modal investasi yang lebih rendah, memanfaatkan efek pengungkit (leverage), kerugian terbatas (sebesar modal awal), terdapat liquidity provider (memastikan ketersediaan likuiditas di pasar), serta pembayaran tunai pada saat jatuh tempo (jika Waran Terstruktur in-the-money),” ujar Kenneth.

Waran terstruktur pertama kali diperkenalkan di pasar modal Indonesia pada 19 September 2022 dengan RHB Sekuritas Indonesia sebagai penerbit pertama. Sejak saat itu, produk tersebut berkembang dari sisi jumlah penerbitan dan aktivitas transaksi di pasar sekunder.

Untuk memperluas akses investor, RHB Sekuritas Indonesia bekerja sama dengan tiga sekuritas sebagai agen penjual waran terstruktur, yakni Mirae Asset Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas.

Berita Lainnya

Rekomendasi