Selasa 15 Sep 2026 15:00 WIB

AI Tingkatkan Efisiensi Kerja Tenaga Kesehatan

Adopsi AI perlu diimbangi kesiapan SDM dan pengawasan.

Royal Philips mengeluarkan hasil survei Future Health Index 2026 mengenai pemanfaatan AI dalam meningkatkan kapasitas dan efisiensi layanan kesehatan di Indonesia.
Foto: Istimewa
Royal Philips mengeluarkan hasil survei Future Health Index 2026 mengenai pemanfaatan AI dalam meningkatkan kapasitas dan efisiensi layanan kesehatan di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kecerdasan artifisial (AI) mulai digunakan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi tenaga kesehatan di Indonesia. Survei menunjukkan 69 persen tenaga kesehatan menilai alat berbasis AI membantu mereka melayani lebih banyak pasien, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 50 persen.

Temuan tersebut tercantum dalam Future Health Index (FHI) 2026 Indonesia yang dilakukan Royal Philips. Survei itu juga menunjukkan 88 persen tenaga kesehatan melaporkan peningkatan efisiensi alur kerja setelah menggunakan AI.

Baca Juga

Sebanyak 87 persen responden mengatakan AI mempercepat akses terhadap hasil diagnosis, sedangkan 82 persen menilai teknologi tersebut mempercepat pengambilan keputusan terkait diagnosis. Sebanyak 75 persen responden juga menyebut AI mempermudah akses terhadap data pasien yang terintegrasi lintas tim medis.

Di antara tenaga kesehatan yang merasakan peningkatan kapasitas, median peningkatannya mencapai empat pasien tambahan per minggu. Sebanyak 59 persen tenaga kesehatan juga melaporkan penghematan waktu rata-rata sedikitnya 88 jam per tahun.

Presiden Direktur Philips Indonesia Astri Ramayanti Dharmawan mengatakan penggunaan AI perlu diikuti dengan integrasi sistem dan peningkatan kemampuan tenaga kesehatan.

"Prioritas kita saat ini adalah memastikan manfaat awal tersebut dapat diterjemahkan menjadi peningkatan layanan kesehatan yang berkelanjutan. Untuk itu, AI perlu terintegrasi dengan alur kerja klinis dan data kesehatan yang tepercaya, didukung oleh peningkatan kapabilitas tenaga kesehatan, serta tetap menempatkan penilaian dan akuntabilitas manusia sebagai inti dari setiap pelayanan kesehatan," ujar Astri dalam siaran pers, Selasa (15/9/2026).

Penggunaan AI di fasilitas kesehatan juga meningkat. Sebanyak 63 persen tenaga kesehatan mengatakan penggunaan alat berbasis AI yang disediakan institusinya bertambah dalam setahun terakhir.

Namun, kesiapan penggunaan teknologi tersebut masih menghadapi sejumlah kendala. Sebanyak 58 persen tenaga kesehatan mengaku menggunakan alat AI pribadi ketika perangkat yang tersedia di tempat kerja tidak memenuhi kebutuhan mereka.

Selain itu, 55 persen responden mengatakan pelatihan AI sulit diperoleh, terbatas, atau belum merata. Pemantauan penggunaan AI juga belum sepenuhnya tersedia, dengan 62 persen tenaga kesehatan menyebut belum ada proses yang jelas untuk memantau alat berbasis AI di institusi mereka.

Meski pemanfaatan AI meningkat, tenaga kesehatan tetap menempatkan manusia sebagai pengambil keputusan utama. Sebanyak 94 persen responden menilai keterlibatan manusia tetap sangat penting, sementara 91 persen mengatakan hasil AI perlu berada di bawah pengawasan manusia.

Hubungan antara tenaga kesehatan dan pasien juga dinilai tetap membutuhkan peran manusia. Sebanyak 90 persen responden mengatakan AI tidak akan menggantikan hubungan yang dibangun dengan pasien.

Penggunaan AI juga mulai dilakukan pasien untuk mencari informasi kesehatan. Sebanyak 57 persen responden pasien menggunakan AI generatif untuk mencari informasi kesehatan secara daring, sementara 80 persen tenaga kesehatan mengaku pernah meluruskan informasi yang diperoleh pasien dari AI saat konsultasi.

Sebanyak 91 persen pasien juga menginginkan pemberitahuan ketika AI digunakan dalam perawatan mereka. Temuan tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap keterbukaan penggunaan teknologi tetap menjadi perhatian dalam layanan kesehatan.

Survei FHI 2026 dilakukan terhadap 2.011 tenaga kesehatan dan 20.085 pasien di 10 negara. Untuk Indonesia, penelitian melibatkan 201 tenaga kesehatan dan 2.011 pasien.

Berita Lainnya

Rekomendasi