Kamis 10 Sep 2026 15:17 WIB

BCA: Investasi Tak Perlu Menunggu Uang Sisa

Masyarakat dapat mulai berinvestasi dengan menyisihkan dana secara rutin.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Investasi dapat dilakukan secara bertahap dengan menyisihkan dana secara rutin dan disiplin.
Foto: Pegadaian
Investasi dapat dilakukan secara bertahap dengan menyisihkan dana secara rutin dan disiplin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat tidak perlu menunggu memiliki uang sisa untuk mulai berinvestasi. Investasi dapat dilakukan secara bertahap dengan menyisihkan dana secara rutin dan disiplin.

EVP Wealth Management BCA, Indrawan, mengatakan masih ada anggapan bahwa investasi baru bisa dilakukan setelah seluruh kebutuhan terpenuhi dan terdapat dana lebih. Menurut dia, pola pikir tersebut justru perlu diubah.

Baca Juga

“Investasi itu tidak harus menunggu uangnya sisa. Kadang-kadang kan ada yang berprinsip kalau ada duit sisa, duit lebih bolehlah kita investasikan. Harusnya dibalik,” ujar Indrawan dalam konferensi pers BCA Wealth Summit 2026 di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Ia mengatakan masyarakat dapat mulai berinvestasi dengan menyisihkan dana secara berkala. Nominal investasi pun tidak harus besar. Di BCA, misalnya, investasi dapat dimulai dari Rp 10 ribu.

“Jadi tiap bulan, oh sudah habis, sudah habis gitu kan. Dibalik. Dan satu lagi tentu supaya bisa continue ya perlu disiplin untuk lakukan itu,” kata Indrawan.

Menurut dia, investasi secara rutin juga dapat membantu investor melakukan averaging. Pasalnya, tidak ada yang dapat memastikan kapan kondisi pasar akan naik atau turun.

“Kalau tahu kan kita semua jadi orang kaya. Pas posisi turun kita beli, pas posisi naik kita jual. Kan kita nggak tahu,” ujarnya.

Karena itu, Indrawan menilai cara yang lebih aman adalah melakukan investasi secara berkala. Dengan begitu, investor tidak perlu menunggu waktu yang dianggap paling tepat untuk masuk ke pasar.

“Paling aman sebenarnya bagaimana? Di averaging. Jadi kita tiap, ya misalnya kasarnya tiap hari beli aja Rp 10 ribu,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat tetap perlu menyesuaikan investasi dengan profil risiko dan time horizon. Investor perlu memahami berapa lama dana akan diinvestasikan dan seberapa besar risiko yang mampu ditanggung.

“Yang penting adalah bagaimana kita berani memulai dulu. Nah, berani memulainya tadi balik ke dua konsep dasar tadi, profile risk sama time horizon,” ujar Indrawan.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi