REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) dijadwalkan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 September 2026 dengan harga penawaran umum perdana saham di kisaran Rp130-Rp140 per saham. Perusahaan yang berkembang dari ekosistem Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut membawa bisnis produk kesehatan, herbal, dan pangan fungsional ke pasar modal.
Direktur Utama PT Swayasa Prakarsa Tbk Bondan Ardiningtyas mengatakan, masuknya perseroan ke pasar modal menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan bisnis sekaligus memperluas kapasitas usaha.
SWAP mengembangkan bisnis yang menggabungkan riset, pengembangan produk, manufaktur, dan komersialisasi di sektor kesehatan. “Produk yang kami kembangkan mencakup alat kesehatan, produk herbal, hingga pangan fungsional,” kata Bondan dalam siaran pers, Ahad (30/8/2026).
Perkembangan kinerja menjadi salah satu perhatian menjelang pencatatan saham. Pada semester I 2026, pendapatan SWAP tumbuh sekitar 77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, perseroan juga mencatat penurunan kerugian bersih secara signifikan.
Kinerja tersebut menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang cukup kuat, tetapi perseroan masih menghadapi tantangan untuk mengubah pertumbuhan tersebut menjadi laba yang konsisten. Kemampuan meningkatkan margin, efisiensi, dan arus kas akan menjadi faktor penting setelah SWAP berstatus perusahaan terbuka.
Dalam rencana penawaran umum perdana saham, dana yang dihimpun akan digunakan antara lain untuk modal kerja, pengembangan produk dan fasilitas, pemasaran, serta pembayaran kewajiban perseroan.
Bagi SWAP, IPO juga menjadi pintu untuk memperoleh sumber pendanaan dari pasar modal. Namun, masuknya perseroan ke BEI membuat kinerja keuangan dan kemampuan menghasilkan laba akan menjadi perhatian investor secara lebih terbuka.
Bondan mengatakan, perseroan akan menggunakan momentum IPO untuk mengembangkan bisnis dengan tetap memperhatikan penguatan fundamental perusahaan.
SWAP saat ini berada di persimpangan antara pertumbuhan bisnis dan kebutuhan membuktikan profitabilitas. Pertumbuhan pendapatan yang tinggi perlu diikuti peningkatan efisiensi agar ekspansi tidak hanya memperbesar skala usaha, tetapi juga memperbaiki kinerja keuangan.
Dengan latar belakang bisnis berbasis riset UGM dan fokus pada sektor kesehatan, SWAP memiliki karakter berbeda dibandingkan emiten baru dari sektor lainnya. Namun, setelah melantai di bursa, ukuran keberhasilan perseroan akan semakin ditentukan oleh pertumbuhan laba, kualitas arus kas, dan kemampuan mempertahankan pertumbuhan bisnis.