Jumat 21 Aug 2026 19:32 WIB

BI Ungkap 96,68 Persen Merchant QRIS adalah UMKM

QRIS dipakai 65,77 juta pengguna dan diterima 44,86 juta merchant.

Layanan QRIS PT Bank Syariah Indonesia (Persero)Tbk (BSI) terlihat di Fresh Market Emerald Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (14/8/2026). BSI memperluas akses layanan keuangan syariah melalui ekosistem pasar dengan menghadirkan kemudahan transaksi digital melalui berbagai e-channel BSI salah satunya QRIS. Saat ini QRIS BSI menjangkau 580 ribu merchant termasuk menjangkau pasar sebagai salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat.
Foto: Edwin Putranto/Republika
Layanan QRIS PT Bank Syariah Indonesia (Persero)Tbk (BSI) terlihat di Fresh Market Emerald Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (14/8/2026). BSI memperluas akses layanan keuangan syariah melalui ekosistem pasar dengan menghadirkan kemudahan transaksi digital melalui berbagai e-channel BSI salah satunya QRIS. Saat ini QRIS BSI menjangkau 580 ribu merchant termasuk menjangkau pasar sebagai salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna serta diterima oleh 44,86 juta merchant dengan 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM. BI memandang, perluasan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendorong UMKM semakin terhubung dengan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

“QRIS bukan lagi sekadar alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal, tetapi QRIS sudah menjadi pintu masuk utama, entry point, bagi UMKM ke dalam ekosistem keuangan digital,” kata Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga

Transformasi digital dipandang menjadi semakin penting untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan mendorong UMKM naik kelas di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

Untuk itu, BI terus mendorong UMKM untuk go digital melalui tiga strategi utama, e-farming melalui digital farming untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, e-commerce melalui onboarding UMKM untuk memperluas akses pasar digital, serta e-financing melalui Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) untuk memperkuat pencatatan laporan keuangan dan akses pembiayaan.

Filianingsih menekankan pentingnya penguatan ekosistem inovasi digital untuk mendorong transformasi dan daya saing UMKM.

BI terus memperkuat upaya tersebut, salah satunya melalui pengembangan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) yang menghubungkan talenta, inovator, industri, pemerintah, dan mitra strategis untuk menghasilkan solusi digital yang relevan dan dapat diterapkan di sektor riil, termasuk UMKM.

PIDI merupakan wujud sinergi BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan mitra strategis dalam mengakselerasi inovasi dan pengembangan talenta digital nasional.

Bagi UMKM, PIDI menjadi wadah untuk menghasilkan solusi digital terapan yang mudah diadopsi dan dapat direplikasi secara luas guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta memperluas akses pasar dan pembiayaan.

“Dengan talenta yang berdaya, inovasi yang implementatif, dan ekosistem yang saling menguatkan, kami optimis UMKM Indonesia akan terus bertransformasi, bertumbuh, dan naik kelas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif dan berkelanjutan,” kata Filianingsih.

photo
Perjalanan QRIS dari tahun ke tahun. - (Tim infografis)

Pada Jumat (21/8/2026), BI menyelenggarakan Innovation Talk bertajuk “Akselerasi Transformasi Digital UMKM: Integrasi Inovasi Digital Menuju UMKM Naik Level" sebagai bagian dari rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.

 

sumber : ANTARA
Berita Lainnya

Rekomendasi