Kamis 13 Aug 2026 18:47 WIB

IHSG Anjlok Lagi, Masih Terkena Efek MSCI

IHSG ditutup melemah 72,08 poin atau 1,13 persen ke posisi 6.301,77.

Warga mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup melemah seiring pelaku pasar merespons hasil tinjauan indeks MSCI Inc. periode Agustus 2026. IHSG ditutup melemah 72,08 poin atau 1,13 persen ke posisi 6.301,77. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,68 poin atau 1,05 persen ke posisi 627,16.

"Pelemahan indeks antara lain disebabkan oleh dikeluarkannya beberapa saham dari rebalancing indeks MSCI Agustus 2026, menjelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027, serta aksi profit taking," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga

MSCI (Morgan Stanley Capital International), penyedia indeks saham global, dalam tinjauan Agustus 2026 melakukan perubahan pada komposisi saham Indonesia, yaitu terdapat dua saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes, yang salah satunya diturunkan kategorinya ke MSCI Global Small Cap Index.

Sementara satu saham dipindahkan ke kategori MSCI Global Small Cap Index. Di sisi lain, MSCI mengeluarkan sembilan saham Indonesia dari indeks ini.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia didominasi pelemahan setelah mengalami reli pada hari sebelumnya. Selain itu, Bank Sentral China (PBoC) berkomitmen untuk segera menerapkan dukungan kebijakan yang “praktis dan efektif”, namun tanpa memberikan sinyal pelonggaran moneter besar-besaran.

Bank sentral juga menegaskan bahwa sejarah menunjukkan pengetatan moneter yang cepat setelah periode pelonggaran besar-besaran cenderung menimbulkan guncangan yang lebih tajam terhadap pasar.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas sektor melemah, yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 2,93 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor industri yang turun masing-masing sebesar 2,32 persen dan 2,31 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu EKAD, BABY, AGAR, YPAS, dan PBSA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni DART, BIPP, TRUK, SHID, dan STAR.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.905.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,78 miliar lembar saham senilai Rp 1,90 triliun. Sebanyak 186 saham naik, 474 saham menurun, dan 303 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1,24 persen ke 68.362,00, indeks Shanghai melemah 0,50 persen ke 3.926,96, indeks Hang Seng melemah 0,17 persen ke 25.396,51, indeks Kospi menguat 3,56 persen ke 6.813,34, dan indeks Straits Times melemah 0,01 persen ke 5.720,05.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi