REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi aplikasi turun dari 20 persen menjadi 8 persen menjadi perbincangan di kalangan pengemudi transportasi online. Namun, keterangan para mitra Grab memperlihatkan bahwa pengalaman mitra berbeda menurut wilayah dan kondisi permintaan.
Di lapangan, pengemudi merespons perubahan dengan mengatur waktu, berpindah ke titik ramai, dan mengaktifkan layanan yang tersedia di aplikasi. Mei Akbar Maniflor, mitra Grab asal Jakarta, membedakan dampak skema komisi dari penurunan permintaan saat libur sekolah.
Dia menjelaskan, pengalamannya setelah skema baru berjalan masih dipengaruhi cara mengatur aktivitas di lapangan. "Menurut saya stabil, karena ada beberapa faktor. Di lapangan saat ini anak sekolah lagi libur, jadi pendapatan beberapa teman driver juga turun," katanya dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (17/6/2026).